Berswadaya Lestarikan Budaya

Posted: July 3, 2010 in feature

*Grup Musik Tradisional Dari Sidorejo Lendah Kulonprogo DIY

Kulonprogo – Seiring dengan pesatnya perkembangan jaman, kentongan yang dulu memegang peranan penting dalam sistem telekomunikasi warga pedesaan kini mulai banyak ditinggalkan. Namun tidak demikian halnya dengan warga Desa Sidorejo Lendah Kulonprogo DIY.

Warga Sidorejo justru berupaya melestarikan kentongan dengan membentuk grup musik tradisional. Bermacam ukuran kentongan dari bambu dan kayu itu mereka kolaborasikan dengan berbagai alat musik lain sehingga menghasilkan instrumen yang khas.

“Pasca gempa dasyat melanda DIY pada Mei 2006, warga kembali menggunakan kentongan untuk meronda. Jenuh dengan irama monoton, warga kemudian mengembangkannya menjadi bermacam variasi. Bahkan kentongan juga digunakan untuk mengiringi nyanyian baik dari musik campursari, dangdut, dan pop” kenang ketua desa budaya Sidorejo, Sarjio (50).

Sejak itu warga sepakat membentuk grup musik kentongan yang dipadu dengan tarian tradisional. Besarnya antusias dari warga lain membuat grup itu sering diundang untuk menghibur dalam berbagai kegiatan.

Uang hasil pentas yang terkumpul mereka gunakan untuk membeli satu set drum dan organ demi mendongkrak performa. Hasilnya, grup dibawah asuhan Parjo (62) itu pernah menyabet gelar juara I karnaval di Kecamatan Lendah pada 2008 dan mewakili festival di Wates.

Tahun ini, grup yang beranggotakan sekitar 25 pemusik dan 45 penari itu berniat mengenalkan hasil kreativitas mereka pada masyarakat luas secara swadaya. Sejumlah obyek wisata di Kulonprogo mereka tetapkan sebagai sasarannya.

“Pertunjukan perdana digelar di Pantai Kuwaru pada awal Februari 2010. Sambutan meriah dari para wisatawan saat itu membangkitkan semangat kami untuk lebih giat memperkenalkan diri. Rencananya dalam waktu dekat kami akan pentas di Pantai Glagah” kata Gunadi (28), pembawa acara dalam grup yang tak pernah lepas dari kostum surjan dan iket klewer khas Jogja itu.

Sayangnya, kerja keras warga Sidorejo Lendah untuk mempertahankan tradisi dan mengenalkannya ke luar daerah belum mendapat perhatian dari pemkab ataupun dinas terkait. Padahal, Sidorejo telah ditetapkan sebagai satu dari dua belas desa bina budaya yang ada di Kulonprogo. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s