Korban “Ospek”, Empat Siswi Depresi

Posted: July 16, 2010 in news

Long march peserta MOS di SMK N I Temon Kulonprogo

Kulonprogo – Pelaksanaan Pelatihan Dasar Disiplin Korps (PPDK) yang diwajibkan bagi seluruh murid baru di SMK N I Temon memakan korban. Empat siswi harus dilarikan ke Puskesmas Temon akibat dehidrasi (kekurangan cairan, red) setelah mengikuti long march sejauh 15 km. Mereka adalah Evananda (15), Bekti (15), Tri Rahayu (16), dan Febrianti (15).

Salah satu dokter umum di Puskesmas Temon, dr.Candra Safitri menuturkan keadaan empat siswi itu saat pertama kali masuk ke puskesmas, Kamis (15/7), sungguh memprihatinkan. Selain  dehidrasi dan kelelahan, mereka juga shock .

“Saat pertama tiba di puskesmas, mereka tampak stres dan sama sekali tidak bisa dimintai keterangan. Bahkan saat kedua gurunya masuk ke dalam ruang perawatan, sontak mereka menjerit histeris karena ketakutan” terangnya.

Setelah mendapat perawatan medis, imbuh Candra, kondisi mereka pun berangsur pulih. Hingga Jumat siang (16/7), keempatnya sudah diperkenankan pulang dan dua di antaranya masih perlu menjalani rawat jalan.

Terpisah, salah satu siswa baru SMK N I Temon yang enggan disebut namanya mengatakan serangkaian kegiatan PDDK di hari pertama sangat berat. Seluruh peserta diwajibkan menggendong beban berupa pasir seberat 4 kilo dalam long march sejauh 15 km menyusuri Pantai Glagah.

“Berat sekali tantangannya. Selain long march, kami juga diwajibkan menyeberangi laguna di Pantai Glagah” katanya singkat saat ditemui di sela-sela waktu istirahat. Mengetahui keberadaan wartawan, salah satu senior langsung menghardik peserta itu untuk meninggalkan lokasi.

Kepala sekolah SMK N I Temon Rohmadi membenarkan bahwa empat siswi barunya sempat dirawat di Puskesmas Temon. Namun dia membantah jika mereka jatuh sakit akibat kerasnya kegiatan PDDK.

“Kewajiban menggendong beban dalam long march itu tidak ada. Mereka hanya membawa bekal dan sepanjang perjalanan hanya menyanyi. Menyeberang laguna itu wajar, mengingat SMK ini berbasis studi seputar kelautan. Kalau murid SMK Kelautan tidak bisa berenang kan lucu” kilahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PDDK Slamet Triyanto menjelaskan bahwa PDDK adalah serangkaian acara dari masa orientasi siswa (MOS) yang bertujuan membekali murid seputar ketrampilan SAR, khususnya untuk penanggulangan musibah di laut.

“Setelah PDDK selesai digelar pada Senin (19/7), panitia akan melaksanakan evaluasi MOS. Jatuhnya korban jelas akan menjadi salah satu agenda penting dalam evaluasi tersebut” jelasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s