Disperindag Kulonprogo “Malas”

Posted: July 21, 2010 in news

*Lamban Sidak Tabung Elpiji dan Asesoris Kompor Gas

Kulonprogo – Sejak Kementerian Perdagangan melalui Tim Terpadu melakukan pengawasan produk tabung elpiji dan asesoris kompor gas (regulator dan selang karet, red) pada pertengahan Juni silam, sejumlah pemerintah daerah mulai bergerak turun ke lapangan melakukan sidak ke pangkalan dan pengecer. Namun tidak demikian halnya dengan pemkab Kulonprogo.

Meski rumah salah satu warga Klipuh Gulurejo Lendah, Budi Sutrisno (55) ludes terbakar pada Jumat (9/7) akibat kebocoran regulator dan selang karet kompor gas, pemkab dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo terkesan anteng saja menyikapinya.

Saat ditemui di kantornya, Kamis (15/7), Kepala Desperindag Kulonprogo Darto mengatakan rencananya inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan tabung elpiji dan asesoris kompor gas baru akan dilakukan minggu depan.

“Selain melakukan peninjauan, rencananya juga akan dilakukan sosialisasi tentang masa kadaluarsa tabung elpiji 3 kg dan asesoris kompor gas. Jika ditemukan tabung elpiji yang rusak, akan langsung ditarik dari peredaran. Sebagai gantinya, si pemilik membayar tabung baru dengan harga pabrik ” katanya.

Mengutip hasil rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji di Surabaya pada 6-8 Juli, Darto mengatakan masa kadaluarsa tabung elpiji adalah lima tahun. Sedangkan asesoris kompor gas hanya satu tahun masa berlakunya.

Mengenai nasib Budi Sutrisno (55) dan keluarganya yang kini tidak punya tempat tinggal, masih menunggu hasil penyidikan Polres Kulonprogo. Yang jelas, imbuh Darto, pihak Pertamina bersedia untuk memberikan ganti rugi.

Menanggapi kelangkaan tabung elpiji yang berimbas melonjak drastisnya harga eceran di pasaran, Kepala Bidang Geologi dan Energi Disperindag Heri Purnomo mengatakan hal itu akibat tidak sinkronnya data dari pemkab Kulonprogo dan pihak Pertamina.

“Data dari pemkab ada 93.000 KK yang terdaftar sebagai penerima jatah paket konversi gas. Sedangkan data di Pertamina hanya 90.000 KK saja. Namun hal ini sudah dikoordinasikan dan Pertamina bersedia menambah kuota” papar Heri. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s