Pemdes Tidak Kooperatif, Budidaya Gurami Terhambat

Posted: July 21, 2010 in feature, news

Guna meningkatkan pendapatan selain dari hasil bertani, warga desa Demangrejo Sentolo berinisiatif untuk membudidayakan ikan gurami. Namun ironisnya, setelah mereka membentuk kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), pemerintah desa setempat justru tidak merespon positif.

Pasalnya, pemdes mematok harga tinggi untuk tanah kas desa yang disewa pokdakan. Di atas tanah kas desa seluas setengah hektar itu, pokdakan membangun 16 kolam budidaya gurami dengan biaya sewa sebesar 1.920.000 rupiah per tahun.

“Harga sewa tanah kas desa itu naik 10 % setiap tahunnya. Untuk 2010 ini, kami harus membayar 2.120.000 rupiah. Padahal sebelum digunakan untuk kolam ikan, harga sewa tanah kas desa itu hanya sekitar 700 ribu rupiah saja” kesal Ketua II Pokdakan Iwak Banyu I, Muh Indarto.

Sebelum digunakan sebagai lahan kolam budidaya, tanah kas desa itu disewa untuk lahan pertanian. Karena kondisi tanahnya yang kurang subur, lahan itu hanya digunakan untuk tanam padi saja.

Pembina pokdakan Iwak Banyu I Muhtarom Asrori menambahkan, usaha budidaya gurami di Demangrejo ini akan dikembangkan bukan hanya pada pembesaran benih saja. Rencananya, pokdakan dengan 20 anggota itu akan mengupayakan upaya pembibitan sendiri. Selain itu, pokdakan yang didirikan sejak 2008 itu juga berniat untuk membuka usaha kuliner serba gurami yang mengambil lokasi di dekat kolam budidaya.

“Masalahnya, rencana ini pasti akan berbenturan dengan pihak pemdes. Padahal, berbagai upaya yang dilakukan demi keberhasilan pokdakan ini otomatis akan mengangkat nama baik desa Demangrejo” katanya di sela-sela acara sosialisasi gemar makan ikan di PAUD Tunas Harapan TPK II Dusun Karangpatihan Demangrejo Sentolo, Senin (19/7).

Sosialisasi itu, imbuh Muhtarom, adalah salah satu program dari pokdakan Iwak Banyu I untuk mengenalkan pada warga akan pentingnya gizi yang terkandung dalam ikan gurami bagi pertumbuhan anak.

“Dana sosialisasi ini diambil dari 5% sisa hasil usaha (SHU) yang memang dianggarkan untuk dana sosial” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s