Kadin Kulonprogo Mati Suri

Posted: July 22, 2010 in Uncategorized

Kulonprogo – Keinginan pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kulonprogo untuk dilibatkan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kulonprogo tahun 2011 dinilai tidak realistis. Pasalnya, kewenangan pembahasan RAPBD hanya ada di tangan eksekutif dan legislatif.

Untuk itu, Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo hanya bisa menyarankan agar Kadin mengajukan usulan kepada DPRD. Di sisi lain, Toyo justru menilai Kadin selama ini “melempem” dari berbagai perencanaan isu strategis pembangunan Kulonprogo.

“Bantuan sering mengalir, namun Kadin seolah tidak pernah terlihat mengagendakan kegiatan. Bahkan saat diundang untuk membahas isu strategis, Kadin tidak menunjukkan gregetnya. Tak ayal jika pemkab langsung menggandeng Kadin Pusat” tegas Toyo dalam acara pemaparan isu strategis pembangunan yang diselenggarakan oleh Kantor Penanaman Modal (KPM) di Wates, Rabu (21/7) malam.

Dalam acara itu, salah satu pengurus Kadin Kulonprogo Santoso Hadi Pitoyo meminta Pemkab agar lebih banyak melibatkan pengusaha lokal dalam sejumlah mega proyek yang dicanangkan. Selain itu, perwakilan dari Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Kulonprogo itu juga meminta pemkab dapat lebih tegas dalam masalah perijinan.

“Mangkraknya pembangunan sederet kios di Demangrejo Sentolo, tepatnya di sebelah barat pertigaan Kenteng itu adalah bukti dari kurang tegasnya pemkab dalam mengurus perijinan” katanya. Dia juga menilai isu strategis pembangunan hanya terpusat di wilayah selatan. Sedangkan Kulonprogo bagian tengah dan utara, belum banyak terjamah.

Menanggapi mangkraknya pembangunan sederet kios di Demangrejo, Toyo menegaskan jika kasus itu murni akibat pihak kontraktor (PT.DKM Pemalang Jateng, red) yang lari dari tanggungjawab. Meski Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) tidak menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Pemkab tetap mengaku kecolongan karena “licinnya” pihak kontraktor. Sehingga, bangunan yang jelas melanggar batas jalan (roi) itu tetap berlangsung meski akhirnya ditinggal kabur dalam kondisi terbengkalai.

“Wilayah tengah dan utara Kulonprogo akan difokuskan untuk industri peternakan dan pertanian. Sedangkan untuk industri berat, topografinya yang berbukit-bukit akan menyulitkan dibangun” pungkas Toyo. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s