Pemecah Gelombang Pelabuhan Bahayakan Nelayan

Posted: July 22, 2010 in news

Nelayan Kulonprogo tengah menerjang ombak ganas di pantai Glagah

Kulonprogo – Tingginya gelombang di Samudera Hindia akibat cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir ini membuat para nelayan di pesisir Kulonprogo tidak bisa melaut. Jika tetap nekat, sejumlah nelayan khawatir perahunya bakal kendem (kandas diterjang ombak, red).


Sepekan lalu, sebuah perahu yang ditumpangi dua nelayan asal Jatikontal Purworejo Jateng dikabarkan terhempas ombak di perairan sebelah barat pantai Congot. Jasad salah satu nelayan, Haryono, ditemukan terdampar tiga hari setelah kejadian. Sedangkan korban yang satunya lagi berhasil menyelamatkan diri.

Kekhawatiran nelayan untuk melaut kian diperparah dengan keberadaan pemecah gelombang (break water, red) yang dibangun di sisi barat dan timur pantai Glagah. Sebagaimana diketahui, pemecah gelombang itu dibangun untuk mendukung pelabuhan Tanjung Adi Karto.

“Sebelum ada pemecah gelombang, kendem tidak terlalu membahayakan. Namun sekarang, beberapa nelayan takut jika perahunya kandas dan terbentur pemecah gelombang” terang ketua kelompok nelayan desa Karangwuni Wates “Ngudi Rejeki” Winarto, Kamis (22/7).

Meski demikian, mewakili 107 nelayan binaannya, Winarto berharap pelabuhan Tanjung Adi Karto dapat segera dioperasikan. Namun, mantan Kades Karangwuni ini meminta agar bantuan tiga rumpon (alat bantu penangkap ikan, red) yang dijanjikan pemkab dapat segera direalisasi.

“Rumpon akan dipasang sekitar 60 mil dari bibir pantai dengan menggunakan kapal bermuatan 30 gross ton bantuan dari pemerintah. Saat ini kapal tersebut masih berlayar di perairanPacitan Jatim. Jika pelabuhan sudah siap, kapal akan beroperasi diperairan Kulonprogo untuk menangkap ikan tuna yang berada di sekitar rumpon” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kulonprogo Agus Langgeng Basuki mengatakan, meski pembangunannya belum maksimal, pelabuhan perikanan Tanjung Adi Karto akan mulai dioperasikan pada akhir 2010.

“Untuk sementara, kapal-kapal yang berukuran 30 gross ton akan ditambatkan di muara sungai Serang” jelasnya saat memaparkan isu pembangunan strategis Kulonprogo di Wates, Rabu (21/7) malam. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s