Mantan Kades Tuksono Minta Dibebaskan

Posted: July 26, 2010 in news

Mantan Kades Tuksono menyimak eksepsi yang dibacakan pengacaranya

*Dakwaan JPU Dianggap Kabur

Kulonprogo – Persidangan kasus dugaan korupsi dana kas desa dan dana lembaga keuangan mikro (LKM) dengan terdakwa mantan kepala desa Tuksono Kecamatan Sentolo, Saryono (40), memasuki tahap pembacaan eksepsi (pembelaan, red), Senin (26/7). Dalam eksepsinya, penasihat hukum terdakwa menilai dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan pertama, (20/7), kabur dan susah dimengerti.

“Jika dicermati, surat dakwaan dari JPU yang menunjuk terdakwa melanggar hukum dengan perbuatan memperkaya diri sendiri tidak diuraikan secara jelas, terang, dan tepat serta benar di mana terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum tersebut” kata pengacara terdakwa, Widodo Priyanto,SH dalam persidangan.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis M.Samiaji, S.H,M.H dengan hakim anggota Emma Sri, S.H dan Kun T Wibowo, S.H itu, Widodo juga mengatakan nilai nominal yang diduga “ditilep” oleh terdakwa dan dilampirkan dalam surat dakwaan itu uraian alokasi penggunaannya tidak dijabarkan secara jelas.

Mengenai dugaan penyimpangan dana LKM Binangun Tuksono, Widodo mengatakan dakwaan JPU juga tidak menguraikan secara jelas perbuatan melawan hukum seperti apa yang telah dilanggar terdakwa.

“Pasal yang digunakan sebagai rujukan JPU tidak membatasi siapa saja yang boleh meminjam dana LKM sesuai dengan persyaratan yang diatur. Pasalnya, saat mengajukan dana pinjaman ke LKM telah memenuhi berbagai persyaratan dan juga telah membayar dana administrasi” paparnya.

Untuk itu, pihak terdakwa memohon pada majelis hakim agar mengabulkan eksepsi dan menyatakan terdakwa bebas dari rutan. Namun demikian, JPU Yozephin Purworini meminta waktu pada majelis hakim untuk membuat tanggapan eksepsi tersebut. Sidang lanjutan diagendakan pada Kamis (29/7).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putro Haryanto menyebutkan terdakwa telah melakukan penyimpangan dana Kas Desa sebesar Rp 44 juta dan dana dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Binangun Tuksono sebesar Rp 154 juta untuk memperkaya diri sendiri. Total kerugian yang diderita negara mencapai sekitar Rp 198 juta. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s