Rencana Tambang Pasir Besi Bukti SBY Ingkar Janji

Posted: July 27, 2010 in news

Faizal Basri, tokoh pengamat politik dan ekonomi nasional, saat menyemangati petani pesisir untuk menolak tambang pasir besi.jpg

Kulonprogo – Memberantas pengangguran dan kemiskinan adalah satu dari sekian banyak janji Presiden SBY di awal kepemimpinannya. Namun ironisnya, saat masyarakat miskin yang sebagian besar berasal dari kaum petani mulai bangkit dari keterpurukan, pemerintah justru mengusik lahan pertanian mereka dengan rencana proyek pertambangan.

Pernyataan itu dengan tegas disampaikan pengamat ekonomi nasional Faizal Basri saat menghadiri tasyakuran panen raya cabai di Dusun I dan II Bugel Panjatan, Selasa (27/6).

“Perjuangan petani pesisir Kulonprogo mengolah lahan pasir yang tandus menjadi subur dan dapat membuahkan hasil pertanian yang melimpah seharusnya mendapat apresiasi yang positif dari pemerintah. Jika pemerintah belum bisa memberikan bantuan, para petani tidak terlalu mempermasalahkan. Hanya saja mereka meminta agar pemerintah jangan mengusik lahan pertanian yang menjadi tumpuan harapan dengan rencana pertambangan. Tolak tambang pasir besi!” kata pimpinan utama Pergerakan Indonesia (PI) itu.

Selain dihadiri Pergerakan Indonesia (PI), dalam acara panen raya itu juga tampak hadir dua pentolan LSM Gerbang Desa 88 Kulonprogo. Sebagaimana diketahui sebelumnya, LSM tersebut tampak aktif dalam kegiatan pro tambang pasir besi. Menurut ketua umum LSM Gerbang Desa 88, Agustinus Widia Setiawan, kehadirannya atas dari Ketua Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Supriyadi.

“Memang benar jika dulu kami pro pasir besi. Namun setelah kami kaji secara mendalam, rencana pertambangan ini bakal mengancam eksistensi petani pesisir. Untuk itu, terhitung sejak Januari 2010, kami bergabung dan mendukung penuh terhadap setiap kegiatan PPLP dalam menyuarakan penolakan terhadap pasir besi” terang Agus didampingi penasehat LSM Ariawan, SH.

Terpisah, korlap PPLP wilayah Garongan Panjatan Widodo mengatakan, selama ini PPLP tetap independen dalam memperjuangkan nasib para petani pesisir. Jika ada LSM yang hendak bergabung tidak masalah, asal hanya untuk membantu menyuarakan perjuangan ke masyarakat luar.

“Namun tetap tidak ada tempat bagi LSM atau siapapun untuk ikut masuk dan terlibat dalam pengurusan internal PPLP. Pasalnya, perjuangan kami selama ini murni tanpa ada tunggangan kepentingan politik dari manapun” tegas Widodo. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s