Disperindag Kulonprogo “Dioverlap”

Posted: July 28, 2010 in news

Kepala Disperindag Kulonprogo, Darto

Kulonprogo – Hingga batas waktu yang telah dijanjikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo belum juga melakukan operasi pengawasan produk tabung elpiji dan asesoris kompor gas (regulator dan selang karet, red). Padahal, korban ledakan elpiji akibat kebocoran regulator hampir bertambah satu lagi.

Rumah salah satu warga di Sukomoyo Jatimulyo Girimulyo, Yulia Himawati (32), hampir saja ludes dilalap api, Senin (26/7). Beruntungnya saat api mulai membumbung tinggi dari regulator kompor gas yang kendor, korban langsung mengantisipasi dengan selimut basah.

Sebelumnya, Kamis (15/7), Kepala Disperindag Kulonprogo Darto mengatakan operasi pengawasan sekaligus sosialisasi akan dilaksanakan pada minggu terakhir bulan Juli. Namun, sejak Senin hingga Rabu (28/7), Darto belum bisa ditemui. Bahkan saat dikonfirmasi melalui telepon tidak diangkat.

Di saat Disperindag Kulonprogo terkesan “lamban”, Pengawas Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen dari Disperindag Provinsi DIY justru terjun langsung ke sejumlah pangkalan tabung gas di seputaran Kota Wates, Rabu (28/7). Hasil pantauan yang dilakukan tim Disperindag Provinsi itu menemukan banyak pangkalan tidak memasang Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tanpa memasang HET, pemilik pangkalan bisa seenaknya menaikkan harga jual tabung gas ke masyarakat. Padahal, ketentuan HET adalah kebijakan dari pusat. Jika pangkalan berupaya “nakal”, akan dikenai sanksi tertulis. Jika masih nekat, surat ijin pangkalannya akan dicabut” tegas petugas Disperindag provinsi DIY Sugiono.

Saat ditanya mengenai operasi sekaligus operasi pengawasan produk tabung elpiji dan asesoris kompor gas, pihak Disperindag provinsi DIY mengatakan kedatangannya ke Wates hanya untuk melakukan pemantauan harga menjelang bulan Ramadhan.

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan tabung gas 3 kg yang kedapatan tidak memasang HET, Hadi Nugroho (45), justru berkilah. Alasan tidak menuliskan HET pada papan yang telah disediakan karena tidak paham dengan adanya kebijakan yang mengatur kewajiban tersebut.

“Meski demikian, saya tetap menjual tabung gas dengan harga sesuai HET, yakni 13 ribu per tabung” katanya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s