Harga Cabe Melonjak, Warga DIY “Teriak”

Posted: July 28, 2010 in news

*Pemprov DIY Turun Tangan Ke Pasar Tradisional

Kulonprogo – Melonjaknya harga cabe rawit di pasaran yang tembus hingga 40 ribu / kg membuat masyarakat di Provinsi DIY resah. Warga khawatir kenaikan drastis harga cabe saat menjelang bulan Ramadhan ini akan berpengaruh pada melonjaknya sejumlah barang kebutuhan lain.

Sebelum keresahan warga meluas, tim pemantau harga dan stok dari Provinsi DIY terjun langsung ke sejumlah pasar tradisional di tiap-tiap kabupaten. Tim gabungan dari Biro Perekonomian, Disperindagkop, Bulog, Dispertan, Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Kelompok Kajian Ekonomi BI, dan Bappeda provinsi DIY melakukan pemantauan harga pada sejumlah pedagang di Pasar Wates, Rabu (28/7).

“Sebelumnya kami juga telah melakukan pemantauan di pasar Piyungan Bantul, pasar Argosari Gunungkidul dan pasar Gamping Sleman. Dari hasil pemantauan diketahui bahwa  keresahan warga tidak terbukti. Pasalnya, harga sembako di pasaran masih stabil. Kenaikan harga cabe tidak bisa digeneralisasikan dengan kenaikan barang kebutuhan pokok lain.” terang Kabag Analisa Kebijakan Produktivitas Biro Perekonomian Provinsi DIY Sultoni Nurifa’i.

Menurut Sultoni, pemantauan harga di pasar tradisional kali ini dilakukan untuk mengantipisasi melonjaknya harga menjelang bulan Ramadhan. Rencananya, pemantauan serupa akan dilakukan lagi pada dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri.

“Harga gula pasir di pasar Wates masih stabil, yakni dari 10.100 rupiah menjadi 10.200 per kilo. Sedangkan harga beras yang justru turun sekitar 100 rupiah per kilo. Sementara itu, harga tidak stabil hanya terjadi pada daging ayam. Dalam sepekan, harganya naik-turun hingga tiga kali dan kini berada pada kisaran 25 ribu per kilo”  imbuhnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Kajian Ekonomi BI Dwi Suslamanato yang juga mengatakan tingkat inflasi menjelang Ramadhan terbilang masih diambang normal.

“Kalau inflasi dari sisi kelangkaan barang di pasaran, maka kewenangan dari dinas dan instansi pemerintahan untuk melakukan pengecekan. Jika inflasi akibat naiknya pendapatan masyarakat, maka BI akan mengambil sikap untuk menaikkan suku bunga bank. Agar masyarakat lebih memilih menabung uangnya daripada memborong barang” paparnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s