Lahan Pasir Tandus Hasilkan 1,4 Milyar

Posted: July 31, 2010 in news

Oleh: Dinda Leo Listy

Siapa sangka lahan pasir yang kering, gersang, dan tandus di pesisir Kulonprogo mampu menghasilkan panen cabe yang melimpah? Bahkan dalam dua bulan terakhir, tiga kelompok petani yang mengolah di lahan pantai itu dapat memetik cabe hingga sekitar 54, 5 ton dengan omset mencapai Rp1,4 milyar.

Namun hal itu tidak membuat para petani yang tergabung dalam klomtan gisik Pranaji, gisik Wanatara, dan gisik Sido Makmur besar kepala. Sebagai wujud syukur, mereka pun menggelar tasyakuran “Pesta Panen Raya Cabe Merah”, belum lama ini.

“Panen cabe yang dicapai dalam setahun ini cukup menggembirakan. Salah satu indikatornya adalah kenaikan pendapatan petani cabe dengan adanya harga dan produksi cabe yang cukup tinggi. Sehingga petani pesisir mengalami kenaikan pendapatan yang sangat signifikan,” kata Ketua Kelompok Tani Pesisir Sukarman.

Ia menambahkan, setiap 1 hektar lahan mampu menghasilkan 17 ton cabe dengan harga jual berkisar antara 17.000 hingga Rp20.000. Saat ini, petani pesisir menggarap sekitar 25 hektar yang digarap oleh 105 kepala keluarga.

Panen baru berjalan sekitar 40 persennya. Kondisi panas sangat mendukung pohon cabe terus berbuah. Kemungkinan hasil panen akan lebih jauh meningkat.

Salah satu petani Krisnanti (45) mengatakan, hasil panen tahun ini sangat bagus dibandingkan sebelumnya. Tahun lalu, ia mengaku mendapat keuntungan sekira Rp 75 juta.

“Cuaca yang tidak menentu tidak berpengaruh pada hasil panen cabe. Hujan yang akhir-akhir ini mengguyur kecamatan Panjatan justru semakin menyuburkan tanaman cabe. Hasil panen biasanya paling banyak pada panen ketiga, keempat dan kelima. Kami yakin untuk tahun ini kami dapat panen hingga 35 kali setiap lima hari sekali,” katanya.

Pasar cabe Kulonprogo sudah menembus pasar di Sumatera. Dalam lelang, para tengkulak dari Jakarta, Cibinong, Padang dan Bukit Tinggi berani menawar dengan harga lebih tinggi ketimbang tengkulak lokal.

“Harga dipasar lelang pernah mencapai harga Rp35.000. Selama harga cabe tidak dibawah Rp10.000, kami masih untung,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s