Banyak Produk Kadaluarsa Beredar di Pasaran

Posted: August 3, 2010 in hard news, news

Petugas Disperindag menunjukkan kemasan susu yang sudah rusak dan masih dipajang di salah satu kios di pasar Sentolo Kulonprogo DIY

Kulonprogo – Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo menilai masih banyak pedagang makanan dan minuman kemasan yang belum memahami kondisi kadaluarsa produk yang dijualnya. Pasalnya, dalam setiap operasi bulanan yang dilakukan, petugas mendapati banyak pedagang di sejumlah pasar tradisional yang masih menjual makanan dan minuman yang sudah lewat batas waktu konsumsinya.

“Para pedagang biasanya hanya asal menerima stok dari distributor tanpa memperhatikan tanggal kadaluarsanya. Sedangkan pihak distributornya sendiri juga bertujuan asal dagangannya laku. Hal ini jelas merugikan pedagang dan konsumen” kata Kabag Perdagangan Disperindag Bambang Widodo di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentolo, Selasa (3/8).

Hal itu dibenarkan seorang pemilik toko di pasar Sentolo yang enggan disebutkan namanya. “Saya hanya ditawari untuk membeli tanpa tahu kapan kadaluwarsanya. Bahkan, menurut pihak distributor, barang yang sudah melewati tanggal kadaluarsanya masih bisa dijual dengan toleransi sekitar satu bulan” katanya.

Pemahaman pedagang yang salah itu seketika diluruskan oleh Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Djamzuri. “Justru sebaliknya. Sebulan sebelum tanggal kadaluarsa habis, produk itu perlu diwaspadai. Kalau bisa, segera ditukarkan kepada distributor agar ditukar produk yang baru” tegasnya.

Dalam sidak itu, petugas gabungan Disperindag dan Satpol PP Kulonprogo menemukan sejumlah produk yang sudah melewati masa kadaluarsa. Diantaranya, 11 bungkus mie telur, 2 bungkus makanan ringan, 2 kotak susu balita, 1 dus dan 6 sachet obat ringan, dan sekotak pembalut luka.

Bagi pedagang yang kedapatan menjual produk kadaluarsa, petugas memberikan surat keterangan sebagai semacam ‘legalitas’ bagi pedagang untuk menukarkan produk yang sudah kadaluarsa ke distributor agar diganti produk baru yang layak dikonsumsi.

“Sesuai dengan UU No 8/2009 tentang perlindungan konsumen, selain merazia produk kadaluarsa, kami juga menghimbau para pedagang agar memisahkan produk makanan dan minuman dengan produk obat-obatan dan produk berbahan kimia seperti sabun, detergen, dan obat nyamuk” pungkas Djamzuri. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s