Ratusan Tabung Gas 3 Kg Bocor dan Rusak

Posted: August 3, 2010 in hard news, news

Ratusan tabung gas rusak di gudang SPBE PT.CRI Sentolo, Kulonprogo, DIY

*Diduga Penyebab Kelangkaan di Pasaran

Kulonprogo – Kelangkaan tabung gas 3 kg di pasaran diduga terkait dengan banyaknya tabung gas yang rusak dan hingga kini masih menumpuk di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Capital Realm Indonesia (CRI) di Sukoreno Sentolo. Hingga Selasa (3/8), masih ada 452 tabung gas ukuran 3 kg yang rusak dan dibiarkan ngendon di gudang penyimpanan SPBE tersebut.

Selain di SPBE, petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Polres Kulonprogo juga menemukan sedikitnya 31 tabung gas yang rusak di salah satu agen di Siwalan Sentolo.

Emergency Commander PT CRI Drajat Zein mengatakan, pihak Pertamina baru akan melakukan penarikan tabung gas yang rusak jika jumlahnya sudah mencapai 500 tabung. Sementara menunggu kuotanya terpenuhi, pihaknya hanya bisa melakukan karantina terhadap tabung gas yang rusak di ruangan khusus yang terkunci rapat.

“Ratusan tabung gas yang rusak itu ditarik dari sejumlah agen yang melapor. Selain itu, semua tabung kosong yang masuk ke SPBE selalu dicek kondisinya sebelum dilakukan pengisian. Jika ditemukan adanya kebocoran, tabung tersebut langsung dimasukkan gudang” jelasnya.

Drajat menambahkan, sebagai satu-satunya SPBE di Kulonprogo, PT. CRI rata-rata melakukan pengisian  rata-rata 3.500 sampai 4.000 tabung atau 12 ton elpiji cair per hari. Mekanisme pembeliannya melalui bank yang ditujukan ke Pertamina.

Sementara itu, Kepala Bidang Geologi dan Energi Disperindag Heri Purnomo mengatakan pasokan gas saat ini mencukupi meski beberapa waktu lalu sempat mengalami kelangkaan. Bahkan, saat ini terjadi kelebihan produksi sekitar 20.000 tabung setiap bulan, yakni dari 103.240 menjadi 120.000  tabung per bulan.

“Kelangkaan tabung gas 3 kg sejak Juli dan Agustus di Kulonprogo karena agen yang mendistribusikan gas tidak berani membeli dari SPBE dalam jumlah banyak. Ada dua macam dugaan penyebab kelangkaan. Selain karena agen tidak mau membeli banyak dari SBPE, ada dugaan kelangkaan gas dalam satu bulan terakhir ini untuk menaikan harga elpiji,” katanya.

Terpisah, salah satu pemilik pangkalan Febrianto Jatmiko mengatakan, pihaknya kesulitan mendapat pasokan tabung gas 3 kg dari agen.

“Sebelum ada distribusi tertutup, tiap hari mendapat pasokan 700 tabung. Sekarang hanya mendapat 300 tabung yang habis dalam waktu 2 jam. Sedikitnya pasokan membuat para pengecer sering komplain, ” terangnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s