Renternir Terus Menebar Teror

Posted: August 6, 2010 in hard news, news

*Para Korban Jangan Segan Melapor

Kulonprogo – Prihatin mendengar banyaknya korban renternir di Kulonprogo membuat Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) Jogjakarta turun tangan. Meski pengaduan kasus renternir yang masuk ke LOS Jogjakarta terbilang rendah jika dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, bukan berarti Kulonprogo bebas dari “teror” renternir.

Menurut Asisten Pelayanan Investigasi dan Monitoring LOS Jogjakarta Hanum Aryani, laporan terkait kasus renternir di Kulonprogo jauh lebih rendah dari Sleman, Bantul, dan Jogja. Ada dua laporan dari Kulonprogo, namun lebih pada konsultasi, bukan pengaduan.

“Jika pelapor bersedia untuk menindaklanjuti, LOS Jogjakarta akan melakukan mediasi baik secara tertutup maupun terbuka. Dengan demikian, permasalahan renternir dapat segera diselesaikan” terangnya disela acara sosialisasi LOS DIJ Untuk Warga Masyarakat di Gedung Kaca Komplek Pemkab Kulonprogo, Jumat (6/8).

Rendahnya laporan kasus renternir di Kulonprogo, menurut Hanum, diduga karena masih banyak warga yang tidak mengetahui keberadaan dan fungsi LOS. Selain itu, faktor psikologis juga dianggap sebagai salah satu sebab minimnya pengaduan korban renternir. Pasalnya, sebagian besar warga   merasa malu atau risih jika hutang yang melilit perekonomian keluarganya diketahui orang lain.

Sementara itu, Ketua LOS Ananta Heri Pramono dalam pidatonya menerangkan, praktek rentenir kini tidak hanya dilakukan secara perseorangan. Melainkan, juga dilakukan oleh lembaga pembiayaan mikro yang seolah bergerak layaknya bank. Akibatnya, warga yang tidak sadar akan mudah terjerumus untuk meminjam uang dengan bunga yang besar.

“Kewenangan LOS yakni mengelola pegaduan dan informasi dari warga. Kemudian meminta klarifikasi, bukti dan saksi atas pelaporan, lalu mengirimkan rekomendasi kepada lembaga terlapor. Selanjutnya, hasil rekomendasi tersebut disampaikan kepada masyarakat luas sebagai pembelajaran” terangnya.

Ananta menambahkan, pengaduan yang diterima LOS berupa, penipuan, ingkar janji, lari dari tanggung jawab, kecurangan, kesewenang-wenangan dan pelanggaran aturan. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s