Sambut Ramadhan Dengan Tradisi Nyadran Agung

Posted: August 7, 2010 in news


Kulonprogo – Tradisi Nyadran Agung yang rutin dilaksanakan tiap tahun untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan kembali digelar di Wates, Sabtu (7/8). Sejak pukul 13.00, puluhan warga berduyun-duyun memadati Alun-alun sambil membawa tenong (wadah makanan yang terbuat dari anyaman bambu) yang berisi beragam ubo rampe.

Ritual tahunan setiap bulan Sya’ban (penanggalan Islam) ini tidak hanya diadakan di Kulonprogo saja. Pasalnya, hampir semua masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengenal tradisi yang menjadi momen untuk mengenang asal-usul dan silsilah para leluhur ini.

Kasi Adat dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulonprogo Yudono Hindratmono menuturkan, Nyadran berasal dari kata sodrun yang artinya dada atau hati. Maksudnya, Nyadran sebagai sarana untuk membersihkan hati masyarakat menjelang Ramadhan.

“Nyadran  juga berasal dari kata sudra (orang awam). Hal ini mencerminkan nilai bahwa pda hakekatnya semua manusia adalah sama. Nyadran kali ini digelar tanpa arak-arakan dengan tujuan agar suasana sakralnya lebih kental terasa” terangnya.

Ritual Nyadran Agung dimulai dengan pembacaan doa bersama para pemuka agama di halaman rumah dinas Bupati. Seusai pembacaan doa, gunungan nasi dibagikan kepada warga yang menunggu jalannya ritual di alun-alun.

Menurut keyakinan warga, nasi gunungan dan ubo rampe yang dibagikan itu mengandung berkah. Sehingga tidak mengherankan jika masyarakat berebut untuk mendapat bagian saat gunungan berada di alun-alun.

Sementara itu, Asisten Tata Praja Drs.H.Sutedjo mengatakan peserta Nyadran Agung kali ini terdiri dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMN/BUMD, Camat, desa dan ormas dengan berbusana Jawa Gagrak Ngayogyokarto.

“Nyadran Agung yang disaksikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X kali ini juga dimeriahkan oleh warga perantauan Kulonprogo yang tergabung dalam Bakor PKP. Dalam kesempatan ini, akan diserahkan kentongan dari Bakor PKP kepada Bupati Kulonprogo sebagai simbul dimulainya gerakan seruan sadar bangun (sesaba)” terangnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s