Ritual Padusan Menelan Korban

Posted: August 10, 2010 in hard news, news

Jenazah korban disemayamkan di rumah duka

*Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Kulonprogo – Ritual padusan yang dilaksanakan sehari menjelang bulan Ramadhan memakan korban. Muhammad Akbar Nur Wakhid (12) anak pasangan Alm Sukarman dan Ristiani (39) warga Sideman Giripeni Wates ditemukan tewas tenggelam di sungai Serang, Selasa (10/8) sore. Diduga, korban tidak bisa berenang saat mandi di palung sungai bekas galian proyek normalisasi sungai sedalam 2,5 meter itu.

Tenggelamnya korban pertama kali diketahui oleh Abdi Rahman Wahid (30), warga setempat yang sore itu sedang mencari ikan di sekitar lokasi. Sekitar pukul 15.30, saksi mendapati tiga bocah tengah panik mengaduk-aduk dasar palung sungai menggunakan sebilah bambu.

“Setelah mereka bilang korban tenggelam, saat itu juga saya langsung terjun. Namun nahas, setelah berhasil saya entaskan dari dasar sungai, korban sudah lemas karena tenggelam sekitar setengah jam lamanya” jelas Abdi. Setelah dipastikan tewas, jasad korban saat itu juga dimandikan dan dikafani oleh pihak keluarga.

paman korban Sutrisno (35) mengatakan, sejak pukul 15.00 korban berpamitan kepada neneknya Jumiah (65) untuk main ke sungai bersama tiga temannya, yakni Yudha, Gendut dan Anas. Namun sekitar setengah jam kemudian, ketiga temannya itu berlarian dan berteriak minta tolong karena korban tenggelam.

Rencananya korban akan dimakamkan hari ini, Rabu (11/8) siang. Pasalnya, Ibu korban yang bekerja di Jakarta sedang dalam perjalanan pulang demi melihat jasad anak kesayangannya untuk yang terakhir kali.

“Sejak empat bulan lalu, korban dan adiknya dirawat neneknya sementara ibunya bekerja di Jakarta. Sebelumnya korban tidak pernah rewel. Namun, sekitar seminggu lalu hingga kemarin, korban terus merengek meminta agar ibunya segera pulang. Mungkin korban sudah memiliki firasat buruk” jelas Sutrisno.

Nenek korban menambahkan, sesaat sebelum berangkat main ke sungai, korban sudah memesan agar nanti malam disiapkan mie goreng dua bungkus dan nasi putih untuk menu sahurnya. Namun sayang, belum sempat menikmati menu sahurnya, korban terlanjur menghembuskan napas terakhir. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s