Istri Guru Agama Tewas Gantung Diri

Posted: August 11, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Isak tangis pecah di rumah Muhammad Djawas (55) warga Sibolong Jatimulyo Girimulyo setelah adzan Maghrib berkumandang, Rabu (11/8) petang. Pasalnya, ibu dari dua anaknya, Kantiyem (52) tewas gantung diri di hutan Mirisewu yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas Polsek Girimulyo menemukan secarik kertas  terselip di balik pakaian dalam korban. Surat berisi pesan terakhir itu mengungkapkan hubungan korban dengan sang suami sudah tidak harmonis lagi.

“Tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Dipastikan korban murni tewas akibat gantung diri menggunakan seutas tali plastik sepanjang 1,5 meter yang dikaitkan di atap gubug” terang Kapolsek Girimulyo AKP Gito Dwi Suryanto didampingi tim medis dari Puskesmas Girimulyo II.

Sementara itu, Djawas sungguh tak mengira jika istrinya yang selama ini dikenal pendiam nekat mengakhiri hidup secara tragis. Pasalnya, dia merasa tidak pernah ada permasalahan di dalam rumah tangganya.

“Sejak pukul 11.00 saya bersama istri merumput di lahan kami di Alas Mirisewu. Sekitar pukul 13.00, dia saya ajak pulang rumah tetapi tidak mau. Akhirnya saya pulang sendiri” terang guru agama di SD N Cublak Jatimulyo itu dengan mata berkaca-kaca.

Upaya membujuk istrinya pulang sekali lagi gagal saat Djawas kembali ke hutan sekitar pukul 17.00. Tidak ada firasat apapun saat dia memutuskan kembali pulang untuk menyiapkan buka puasa.

“Seusai berbuka, saya kembali ke hutan. Saat itulah saya mendapati istri saya sudah tewas tergantung pada tali yang biasa digunakan untuk mengikat rumput” ujarnya.

Mendapat laporan dari Djawas, warga pun segera menyemut di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, jasad baru diturunkan sekitar pukul 21.30 setelah petugas kepolisian tiba di lokasi.

Keterangan yang dihimpun di lokasi mengatakan, korban diduga tewas akibat tidak kuasa menanggung beban hutang. Meski demikian, warga tidak menyangka jika ibu dari Nurroch Ahdhiah (27) dan Fikriani Toyyibah (19) itu nekat bunuh diri.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jasad korban malam itu dibawa ke RSUD Wates untuk menjalani visum. Rencananya, korban akan dimakamkan hari ini, Kamis (12/8) siang.

“Saat ini anak-anak korban yang tinggal di luar kota sudah dihubungi dan masih dalam perjalanan” terang ketua RT setempat, Yanto. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s