Kasus Tenggelamnya Kapal Dinilai Janggal

Posted: August 14, 2010 in news

*Dewan Desak Bupati Lakukan Evaluasi

Kulonprogo – Kasus tenggelamnya kapal latih milik SMK N I Temon pada awal 2010 silam kembali mencuat ke permukaan. Dalam rapat paripurna penetapan raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2009 kemarin, DPRD mendesak Bupati segera mengevaluasi hilangnya kapal yang dibeli melalui proyek pengadaan barang dari Dinas Pendidikan pada tahun anggaran 2009.

Kapal seharga 200 juta yang dibeli pada pertengahan 2009 itu dikabarkan tenggelam di muara sungai Serang pada awal 2010. Sebelumnya, kapal ini lebih sering ditambatkan di muara sungai daripada dimanfaatkan untuk kepentingan belajar siswa SMK Kelautan tersebut.

Sejauh ini tidak ada kejelasan terkait tenggelamnya kapal itu, termasuk upaya pengangkatan bangkai kapal dari dasar sungai. Untuk itu, dewan mendesak agar dilakukan klarifikasi dan evaluasi mengingat kapal tersebut masih baru dan dibeli dengan APBD tahun anggaran 2009.

“Bupati harus mengevaluasi dan membuat langkah-langkah lanjut. Apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam kegiatan pengadaan kapal tersebut, Bupati dimohon memberikan tindakan yang tegas,” ujar Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kulonprogo, Suparjo ST, kemarin.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo mengaku belum mendapat laporan resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut. Meski demikian, dia menegaskan akan melakukan upaya-upaya lebih lanjut tanpa harus menunggu laporan resmi.

“Biarpun tidak ada laporan, kalau memang saya tahu bisa dilakukan audit” kata Toyo ditemui seusai rapat paripurna. Mengenai dugaan adanya spesifikasi yang tidak sesuai standar, Toyo menyatakan akan meneliti terlebih dulu secara keseluruhan.

“Akan kita teliti semuanya dulu termasuk disitu,” singkatnya.

Terpisah, anggota komisi IV DPRD Kasdiyono mengatakan, tenggelamnya kapal latih itu menyita banyak perhatian dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD. Hampir seluruh fraksi meminta untuk segera dilakukan audit lanjutan atas pengadaan kapal tersebut.

“Langkah ini perlu dilakukan agar publik mengetahui spesifikasi kapal dan ketentuan force mayor (klausul yang memberikan dasar pemaaf atas kejadian tertentu, red)” jelasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s