Dilema Rehabilitasi Selokan Kalibawang

Posted: August 16, 2010 in news

*Aliran Air Ditutup, Petani di 11 Kecamatan Kelimpungan

Kulonprogo – Pengerjaan rehabilitasi saluran induk selokan Kalibawang oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) membuat petani di sebelas kecamatan di Kulonprogo kelimpungan. Pasalnya, sejak 16 Juli kemarin dan direncanakan hingga 31 Oktober mendatang, aliran air di selokan Kalibawang diberhentikan total. Akibatnya, para petani terpaksa harus mencari sumber air lain untuk mengairi tanamannya.

Salah satu petani melon di Kecamatan Kalibawang Suwarno (50) mengatakan, sejak selokan Kalibawang tidak beroperasi dia dan petani lain harus bolak-balik mengambil air dari sumur warga setempat yang jaraknya cukup jauh. Selain itu, beberapa petani juga berinisatif membuat sumur pantek di sekitar areal persawahan.

“Melon yang kami tanam kini usianya baru 40 hari dan terus butuh pasokan air hingga dapat dipanen pada usia 2,5 bulan. Sejak aliran air ditutup, kami harus bergotong-royong mengambil air dari sumur warga yang jauhnya sekitar 200 meter” jelasnya, Senin (16/8).

Hal senada diungkapkan petani lain, Budi Wiyono (45). Menurut Budi, minimnya pengairan dikhawatirkan mempengaruhi hasil panen ke depan. Meski tetap dapat panen, namun hasilnya bakal jauh berkurang dari panen sebelumnya. Sebab, tidak meratanya pasokan air menyebabkan ukuran melon menjadi lebih kecil dari biasanya.

Sementara itu Kepala bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Agus Wikanto saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, rehabilitasi selokan Kalibawang mendesak dilakukan karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Rehabilitasi yang dilakukan dari titik nol selokan Kalibawang hingga jarak 24 kilometer itu diperkirakan memakan waktu sekitar 6,5 bulan.

“Namun penghentian aliran air di selokan yang mengaliri sekitar 7.512 hektar areal persawahan di sebelas kecamatan (kecuali Galur) itu hanya sekitar 3,5 bulan saja” terangnya.

Terpisah, staf BBWS-SO Suradi mengatakan, selama pengerjaan rehabilitasi sistem buka-tutup pintu air akan diterapkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak, seperti kekeringan.

“Kita akan fleksibel melihat kebutuhan warga dan membuka saluran itu jika memang dibutuhkan untuk sementara,” katanya saat dihubungi lewat telepon belum lama ini. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s