Hentikan Tarawih, Padamkan Kebakaran

Posted: August 18, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Keputusan imam masjid Al Huda di Dusun Panggang Bumirejo Lendah, Mbah Haji Ngatimun (70), menghentikan salat tarawih di pertengahan rakaat, Rabu (18/8) malam, dinilai warga setempat sebagai tindakan yang heroik. Pasalnya, saat salat memasuki rekaat ke lima, dari luar masjid terdengar salah seorang warga berteriak “Tolong, tolong, rumah Mbah Hadi kebakaran!”

“Mendengar teriakan itu, Mbah Ngatimun langsung mengakhiri salat tarawih meski  baru sampai rekaat keenam. Setelah salam seluruh jamaah berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan” terang Sandros (30) warga setempat.

Sesampainya di rumah Mbah Hadi (81), warga mendapati api sudah membumbung tinggi dan membakar atap dapur. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu memadamkan api dengan air sumur. Warga juga menggotong dua buah diesel untuk menyemprotkan air.

Tak berselang lama setelah warga melapor ke Polsek Lendah, datang satu unit mobil pemadam kebakaran dari Wates. Api berhasil dipadamkan sekitar 45 menit setelah membakar habis dapur korban seluas 5 x 7 meter.

“Kebakaran diduga akibat kabel listrik di dapur rumah korban mengalami korsleting. Percikan apinya langsung menyambar tumpukan daun kelapa kering (bahan bakar tungku). Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta” terang Kapolsek Lendah AKP Maryono di lokasi kejadian.

Sementara itu, pembantu korban, Heni (42), mengatakan dirinya sempat melepas tabung gas elpiji dari kompor gas di dapur dan membawanya keluar sebelum turut tersambar api yang kian membesar.

“Setelah menyelamatkan tabung gas agar tidak terjadi ledakan, saya langsung menyambar anak saya, Wulan (9), untuk lari keluar dan minta pertolongan. Namun saat itu, suasana kampung sangat sepi karena sebagian besar warga sedang menunaikan salat tarawih di masjid” ujarnya.

Mendapat kabar rumah orangtuanya kebakaran, anak korban Eny Haryanto (35) langsung merapat. “Beruntung sekali warga bergegas menolong. Jika tidak, bisa jadi seisi rumah ludes rata dengan tanah. Sebab, sebagaimana rumah kuno pada umumnya, rumah ini sebagian besar terdiri dari kayu yang mudah terbakar” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s