Lebih Menohok Daripada Fatwa Haram Rokok

Posted: August 18, 2010 in news, Suara Warga

Harun

*Peluncuran buku “Koruptor Itu Kafir”

Peluncuran buku “Koruptor itu Kafir” di Jakarta, Rabu (18/8), setidaknya mampu membasahi tenggorokan rakyat Indonesia yang selama ini dahaga akan dukungan para petinggi organisasi Islam dalam upaya memerangi koruptor. Pasalnya, selama ini rakyat sudah jenuh dengan difatwakannya berbagai macam label haram pada beberapa produk yang dampak buruknya jauh lebih kecil dibanding korupsi.

Buku warna hitam dan bersampul obor terbakar dengan tangkai berlapis uang itu lengkapnya berjudul “Koruptor itu Kafir”, Telaah Fiqih Korupsi dalam Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Buku yang diterbitkan Mizan itu dieditori oleh Sekjen Suriyah PBNU Malik Madani, Bambang Widjojanto. Sebagaimana diketahui, Bambang adalah salah satu kandidat pimpinan KPK.

Harun (21) salah satu warga Wates Kulonprogo meyakini, terbitnya buku hasil kolaborasi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah ini akan mendapat respon positif dari seluruh rakyat Indonesia. Berbeda dengan fatwa haram rokok yang belum lama ini diterbitkan Majelis Ulama Indonesia.  Yang mana, fatwa tersebut menimbulkan gelombang protes besar-besaran dari kaum kecil seperti para petani tembakau dan buruh di pabrik rokok.

“Saya setuju dengan fatwa rokok haram. Sebab, rokok memang lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya. Namun saya lebih setuju dengan fatwa haram korupsi. Apalagi jika para koruptor itu disebut kafir. Sebab, dampak korupsi jauh lebih fatal daripada racun asap rokok” ujarnya.

Sebagai salah satu generasi muda Indonesia, Harun berharap penegasan koruptor itu kafir dapat menjadi pendorong gerakan sosial anti-korupsi sekaligus menginspirasi munculnya tindakan tegas untuk menata pemerintahan yang lebih baik.

“Buku semacam ini semoga dapat lebih menginspirasi generasi muda yang mengaku peduli nasib bangsa. Selain rajin menggelar aksi turun ke jalan, ada baiknya juga menuangkan ide, kreativitas, dan hasil pemikiran seputar anti korupsi ke dalam bentuk tulisan sekaligus menawarkan beberapa alternatif pemberantasannya” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s