Masjid Bersejarah Saksi Perjuangan Kemerdekaan

Posted: August 18, 2010 in news

*Jelang Lebaran Turut  Mempercantik Diri

Kulonprogo – Meski telah ditetapkan sebagai salah satu masjid bersejarah oleh Kanwil Kementerian Agama Wilayah Provinsi DIY pada 2008 lalu, bukan berarti masjid Jami’ di Dusun II Bleberan Banaran Galur tidak boleh “mempercantik diri”. Layaknya masjid umum di berbagai daerah, masjid yang memiliki andil besar dalam masa perjuangan kemerdekaan RI ini turut berbenah setiap memasuki bulan Ramadhan.

Menurut takmir masjid Nuryanto, masjid Jami’ Bleberan didirikan sejak tahun 1825 oleh Kyai Istad, salah satu murid Pangeran Diponegoro. Maka tidak heran jika masjid ini pernah menjadi tempat bertahan prajurit Pangeran Diponegoro saat bertempur melawan kolonial Belanda. Konon, masjid ini pernah menjadi markas Hizbulloh saat memperjuangkan kemerdekaan.

“Seiring perkembangan jaman, masjid Jami’ Bleberan tidak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan. Melainkan juga dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, pendidikan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. Kentalnya nuansa Islami di Dusun Bleberan Banaran ini membuat banyak orang menyebutnya sebagai serambi Mekkah dengan pusat kegiatannya berada di Masjid Jami’ “ terang Nuryanto.

Sementara itu, Kepala Desa Banaran Dwi Haryanto mengatakan, masjid Jami’ Bleberan sudah pernah dipugar pada tahun 1900, 1920, 1944 dan terakhir tahun 1980. Tahun ini, rehabilitasi hanya dilakukan pada pintu gerbang dan pagar yang mengelilingi masjid. Pemugaran dan rehabilitasi hanya dilakukan untuk penguatan kondisi bangunan masjid tanpa mengubah karakter aslinya.

“Banyak juga masyarakat yang mewakafkan tanahnya untuk perluasan areal masjid. Selain itu, saat ini ada 14 petak sawah yang diwakafkan warga demi kelestarian dan perkembangan masjid Jami’. Hasil panen maupun sewa dari sawah-sawah yang diwakafkan tersebut digunakan untuk menopang kegiatan masjid, baik untuk operasional maupun pemeliharaan fisik” jelasnya.

Memasuki bulan ramadhan, Masjid Jami’ Bleberan kian ramai oleh beragam kegiatan seperti buka bersama, sholat tarawih berjamaah, tadarus, hingga pengajian. Kegiatan rutin seperti tafsir Alqur’an, pengajian murotal, pengajian kajian agama, dan Tadarus Al-Qur’an juga semakin ditingkatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s