Pungli Biaya Balik Nama Terkuak

Posted: August 24, 2010 in hard news, news

*Ratusan Warga Duduki Balai Desa Srikayangan

Kulonprogo – Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Aksi pungutan liar biaya pengurusan akta jual beli tanah oleh Pemerintah Desa Srikayangan Sentolo yang diduga sudah terjadi sejak lama, akhirnya terbongkar. Akibatnya, ratusan warga Desa Srikayangan Sentolo menggerudug balai desa setempat, Jumat (20/8) malam.

Dalam rapat istimewa antara Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) dan pemerintah desa setempat itu, beberapa warga yang mengaku menjadi korban pungli dipertemukan dengan tiga pentolan pemdes, yakni Kepala Desa Sunarsono dan dua stafnya, Parno dan Pademo.

“Bukan masalah berapa jumlah kerugiannya. Kami hanya ingin pemerintahan yang transparan dan birokrasi yang bersih” tegas salah satu korban Dwi Ratno (35) di tengah forum. Pria ini mengaku sudah dua kali dikibuli pemdes saat dirinya membayar biaya pengurusan akta jual beli tanahnya melalui notaris.

Saat pertama mengurus balik nama tanah seluas 869 m2 pada 2009 lalu, Dwi mengaku dikenai beban biaya sebesar Rp 400 ribu. Demikian pula dalam proses balik nama kedua pada April 2010. Untuk tanah seluas sekitar 1.100 m2, dia juga dikenai biaya Rp.400 ribu.

Menurut Kepala BPD Srikayangan Jiyono, biaya pengurusan akta jual beli biasanya adalah 0,5% dari transaksi atau dari nilai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Jika dihitung sesuai dengan NOJP, seharusnya korban cukup membayar Rp 75 ribu saja. Kenapa bisa membengkak? Kemana menguapnya uang Rp 325 ribu itu?” ujarnya. Ia menambahkan, hasil rapat istimewa ini akan dilaporkan ke kecamatan dan pemkab agar segera diambil tindakan tegas.

Pernyataan itu sontak disambut gemuruh suara warga yang geram dengan ulah para pejabat pemdes yang dirasa tidak amanah tersebut. Bahkan, dari berbagai sudut terdengar suara lantang “Kalau tidak mampu (menyelesaikan kasus hingga tuntas, red), mending lengser saja!”

Menghadapi tekanan warga, Kades Sunarsono berjanji menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. “Saya siap” katanya singkat menjawab permintaan warga. Disepakati, dalam sepekan ini BPD harus mengumumkan hasil laporan dari surat yang telah ditembuskan ke Bupati.

Meski acara dibubarkan pada pukul 22.00, namun warga masih saja mengepung balai desa. Hingga dua jam kemudian, tiga pentolan pemdes tersebut terpaksa harus mendapat pengawalan super ketat dari polisi. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s