Ratusan Tukik Dilepas di Pantai Trisik

Posted: August 24, 2010 in news

Ratusan anak penyu dilepaskan di Pantai Trisik

Kulonprogo – Kelompok konservasi penyu “Abadi” melepasliarkan 127 tukik atau anak penyu hijau di Pantai Trisik Banaran Galur, Senin (23/8) siang. Jumlah ini menurun drastis jika dibanding tahun lalu, yakni sekitar 1.320 tukik yang dilepaskan.

Menurut ketua kelompok konservasi penyu Abadi, Joko Samudro, seratusan tukik yang dibebaskan menuju alam liar ini berasal dari telur yang ditemukan di dua sarang penyu sekitar pantai Trisik. Menurunnya jumlah telur penyu yang berhasil ditangkarkan kali ini diduga kuat karena pengaruh cuaca yang tak menentu. Pada 2009 lalu, kelompok konservasi berhasil menemukan 17 sarang dan berhasil menetaskan 1.320 tukik.

“Tahun ini hanya ditemukan 4 sarang penyu dengan jumlah telur sekitar 400 butir. Dari jumlah itu 136 butir telah menetas, sedangkan 9 di antaranya mati. Jadi hanya tersisa 127 tukik yang dilepas” terangnya.

Menurut Jaka, biasanya penyu mendarat ke pantai untuk bertelur pada setiap musim angin timur, yakni sekitar bulan Mei. Namun, hingga Senin (23/8), hujan masih saja mengguyur. Datangnya hujan berarti angin timur tak jadi datang.

“Kami melakukan konservasi agar anak cucu nanti masih bisa melihat dan memegang langsung penyu. Karena kalau ini tidak dilakukan, bisa jadi 5-10 tahun lagi anak-anak hanya bisa melihat penyu di televisi,” kata Jaka.

Pantai Trisik mempunyai potensi yang besar untuk pelestarian satwa yang dilindungi tersebut. Dibanding pantai lain di Kulon Progo, penyu lebih banyak mendarat di Pantai Trisik untuk bertelur dalam perkembangbiakannya. sebelum terbentuknya kelompok konservasi pada 2004 kondisinya sangat memprihatinkan.

“Sebelum 2004 penyu yang mendarat hanya ditangkap, diambil dagingnya, cangkangnya, juga telurnya untuk dijual. Jadi tidak ada penyu yang menetas,” ungkap Jaka.

Dikatakan Jaka, kendala lain yang masih dihadapi kelompok dalam konservasi penyu yakni harus mengganti telur yang ditemukan masyarakat dengan uang. Setiap telur dihargai Rp 2.000. Sehingga anggota kelompok yang terdiri dari 10 orang itu pun harus patungan untuk “membeli” telur penyu yang akan ditetaskan. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s