Tanpa Payung Hukum, LKM Sasaran Empuk Koruptor

Posted: August 24, 2010 in news

*3 LKM Diperiksa Kejari, 21 LKM Diperiksa Irda

Kulonprogo – Terus molornya pembahasan Rancangan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro (RUU LKM) di tingkat DPR sejak 2008 silam membuat nasib LKM yang tersebar di seluruhIndonesia terkatung-katung tanpa payung hukum yang jelas. Tak ayal, dana LKM yang seharusnya dikreditkan kepada masyarakat untuk menjalankan usaha mikro itu justru menjadi bulan-bulanan para koruptor.

Di Kulonprogo sendiri, setidaknya sudah terungkap tiga kasus dugaan korupsi dana LKM yang melibatkan kepala desa dan pengelola LKM. Satu di antaranya kasus dugaan korupsi dana LKM Tuksono Sentolo yang merugikan negara sekitar Rp 121 juta. Sementara kasus yang menyeret mantan Kades Tuksono Saryono itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Wates, dua kasus lainnya masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak Kejaksaan Negeri Wates.

“Dugaan kasus korupsi di LKM Kalidengen Temon dan LKM Banjaroyo Kalibawang masih dalam penanganan kejaksaan. Jika sudah selesai pemberkasannya akan segera dilimpahkan ke PNWates” terang Kabag Administrasi Perekonomian Setda Kulonprogo Supriyono, Jumat (20/8).

Supriyono menambahkan, motif kasus dugaan korupsi di LKM Kalidengen Temon hampir sama dengan kasus di LKM Tuksono Sentolo, yakni sama-sama demi kantong pribadi. Sedangkan, kasus di LKM Banjaroyo Kalibawang motifnya seperti kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan pengelola LKM.

“Dana LKM justru digunakan untuk membangun ruko (rumah toko) dan gedung olahraga. Meski dua bangunan itu bertujuan mendorong kesempatan masyarakat untuk berusaha, namun hal ini tetap tidak sesuai dengan fungsi LKM” imbuhnya.

Saat ditanya lebih jauh tentang berapa kerugian negara akibat dugaan korupsi di tiga LKM itu, Supriyono mengaku bukan wewenangnya. “Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Kejari Wates” ujarnya. Terpisah, Kasi Pidana Khusus Putro Haryanto belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. “Maaf mas. Saya sedang rapat” katanya singkat dalam telepon.

Kasubag Koperasi UMKM dan Penanaman Modal Setda Kulonprogo Siti Isnaini menambahkan, saat ini sudah ada 21 LKM yang diperiksa oleh Inspektorat Daerah (Irda) Kulonprogo. “Pemeriksaan difokuskan pada pengelolaan keuangan. Rencananya, hingga tahun depan seluruh LKM yang jumlahnya 88 dapat diperiksa oleh Irda” katanya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s