Sanksi Untuk Pengedar Lemah

Posted: August 29, 2010 in news

*Daging Sapi Busuk Marak di Pasar Tradisional

Kulonprogo – Lembeknya sanksi bagi para pedagang nakal yang kedapatan menjual daging tidak layak konsumsi membuat peredaran daging busuk masih marak di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo. Setelah berhasil menemukan 3kg daging sapi busuk di Pasar Temon, Kamis (26/8), Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepnak) Kulonprogo kembali menemukan 3kg daging sapi busuk di Pasar Bendungan Wates, Jumat (27/8).

Kepala Diskepnak Kulonprodo Sabar Widodo mengatakan, pedagang yang menjual daging tidak layak konsumsi bisa diseret ke pengadilan dengan dijerat Undang-Undang Perlindungan Konsumen. “Namun langkah tersebut belum perlu dilakukan. Sekarang kami tengah intensif melakukan pembinaan dulu. Sanksi yang diberikan berupa surat teguran tertulis” jelasnya saat dikonfirmasi kemarin.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Diskepnak Rinanti menjelaskan, daging sapi busuk seberat 3kg itu ditemukan dari salah satu pedagang yang berjualan di pasar Bendungan. Pedagang asal Wates tersebut semula membantah kalau daging yang dijualnya sudah membusuk. Namun, setelah petugas dapat membuktikan bahwa daging tersebut memang tidak layak untuk dikonsumsi, akhirnya pedagang tersebut tidak dapat berkutik. Meski demikian, pedagang itu menolak saat petugas hendak menyita daging busuk tersebut.

“Pedagang hanya menyerahkan setengah kilogram daging busuk itu untuk disita. Sedangkan sisanya tetap disimpannya dan terburu menutup lapak dagangannya dan meninggalkan lokasi” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Diskepnak Endang Purwaningrum menambahkan, selain memeriksa kesehatan dagaing sapi dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional, pihaknya juga melakukan pemeriksaan pada ternak sapi yang masih hidup.

“Pemeriksaan kami lakukan di pedagang sapi pengepul yang jumlahnya belasan orang di Kulonprogo. Pemeriksaan diutamakan pada penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks (penyakit hewan yang dapat menular ke manusia)” Endang mengungkapkan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas belum menemukan adanya kasus antraks yang menjangkiti ternak sapi di Kulonprogo. “Jadi, pembeli sapi di Kulonprogo tidak pelu cemas” pungkas Endang. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s