Belum Ada Kepastian Turunnya Santunan

Posted: August 31, 2010 in news

*Korban Ledakan Gas Elpiji Akhirnya Meninggal

Kulonprogo – Isak tangis duka memecah heningnya Subuh di bangsal Anggrek RSUD Wates, Selasa (31/8). Korban ledakan gas elpiji 12 kg di Dusun Kedunggong Wates pada 18 Agustus lalu,Yatini (65), akhirnya menghembuskan napas terakhir. Meski ikhlas merelakan kepergian ibundanya, Chamami (30) anak semata wayang korban yang juga terluka akibat ledakan gas tersebut tak kuasa menahan air mata.

“Beberapa hari sebelum meninggal kondisi ibu cukup baik. Meski belum bisa makan sendiri, namun luka bakar di tubuhnya mulai mengering. Hanya saja perut ibu terlihat membengkak” kata Chamami dengan nada lirih.

Direktur RSUD Wates Bambang Haryanto menjelaskan, membengkaknya perut korban akibat sepsis (infeksi umum karena beredarnya kuman dalam darah yang disebabkan oleh bakteri). Pasalnya, korban menderita luka bakar hampir 50 persen dengan derajat luka tingkat dua, yakni luka bakar yang masuk hingga ke jaringan dalam.

“Setelah menjalani perawatan, kondisinya mulai membaik. Namun, kondisi tersebut kemudian berangsur menurun karena kekurangan cairan dan kesulitan makan. Ketahanan tubuh yang kurang bagus membuat bakteri mudah masuk dan menyebabkan sepsis” terang Bambang.

Meninggalnya korban ledakan gas elpiji ini belum dapat dipastikan akan mendapat santunan dari pemerintah. Sebab, santunan hanya diberikan kepada para korban ledakan gas dari tabung ukuran 3 kg yang merupakan hasil kebijakan pemerintah dalam program konversi minyak tanah ke gas. Meski demikian, Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo Untung Waluyo meminta pihak keluarga korban agar membuat laporan tertulis dengan harapan pemkab Kulonprogo bisa mengucurkan santunan.

“Meski santunan belum dapat dipastikan, namun untuk bantuan bahan bangunan rumah (BBR) tetap diberikan, tinggal menunggu waktu penyerahannya saja” kata Untung.

Mendapat kabar Yatini meninggal, tetangga sekitar bergegas menengok ke RSUD untuk memberi dukungan mental kepada Chamami. Sementara itu, beberapa warga lain bergegas membenahi rumah korban yang sebagian masih berantakan akibat ledakan gas elpiji. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 8.00 WIB. Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum setempat. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s