Kalibawang Wilayah Paling Rawan Bencana Longsor

Posted: August 31, 2010 in news

*Sejumlah Tim Ahli Pasang Extensometer

Kulonprogo – Tim gabungan dari UGM, ITB, UNDIP, LIPI, dan Akita University Jepang memasang alat deteksi dini tanah longsor (extensometer) di Dusun Plangen Banjaroyo Kalibawang, kemarin.  Pasalnya, menurut hasil pemotretan citra satelit, salah satu wilayah di perbukitan Menoreh ini memang banyak terdapat retakan dan potensi longsornya sangat besar.

Alat deteksi yang berfungsi memberi peringatan dini pada masyarakat bila terjadi bencana tanah longsor itu selesai dipasang selama dua hari pengerjaannya, yakni Sabtu dan Minggu (29/8). Alat tersebut dipasang di lahan pertanian di gawir (punggung tebing, red) setinggi 100 meter. Di mana gawir tersebut rentan terjadi bencana longsor dan mengancam keselamatan warga yang bermukim di bawahnya.

“Extensometer ini berupa alat sensor gerak berdasar gerakan kabel sepanjang sepuluh meter yang dilindungi oleh pipa pralon. Kawat gerak tersebut tersambung pada sensor alarm yang terpasang dikotak di atas pralon. Sehingga bila ada gerakan tanah sekitar 7 milimeter per jam saja, alarm akan berbunyi” jelas ketua  tim ahli dari Fakultas Teknik Sipil UGM, Prof. Sunyoto.

Ketua pelaksana pemasangan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dr.Egn.Edi Prasetyo Utomo menambahkan, dengan pemasangan alat ini, diharapkan jumlah jatuhnya korban akibat bencana tanah longsor dapat diminimalisir. Pasalnya, sebelum terjadi bencana, masyarakat sudah tahu tanda-tandanya dan segera melakukan proses evakuasi.

Selain sensor kawat gerak, juga dimasang stasiun pengukur curah hujan. Bila curah hujan sekitar 50 milimeter per detik, alarm akan berbunyi pertanda bencana longsor dapat terjadi sewaktu-waktu. Bunyi alarm dapatterdengar hingga radius 1 km.

Alat deteksi seharga 1,5 miliar, terang Edi Prasetyo, merupakan hibah dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Alat ini nantinya juga sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa UGM, khususnya jurusan Teknik Geologi, Teknik Sipil, dan Pertambangan.

“Rutin sebulan sekali alat ini dipantau untuk menganalisa kecepatan gerak tanah, Sehingga potensi bencana longsor bisa mengetahui sedini mungkin” pungkas Edi Prasetyo. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s