Pencairan THR Bukan Hanya Janji

Posted: August 31, 2010 in news

*PT Sung Chang Dipanggil Dewan

Kulonprogo – Lagi-lagi PT Sung Chang Indonesia (PT.SCI) dipanggil anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo. Pasalnya, Komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini menerima banyak keluhan terkait masalah pencairan tunjangan hari raya (THR) di perusahaan yang memproduksi rambut palsu tersebut.

“Pemberian THR keagamaan merupakan hak bagi pekerja yang diatur dalam undang-undang. Namun, kami banyak menerima informasi terkait pencairan THR keagamaan tersebut. Sebagian besar laporan mengeluhkan kebijakan seputar pemberian THR dari PT SCI” kata Ketua Komisi IV Yusron Martofa dalam rapat dengar pendapat di Gedung Dewan, Selasa (31/8). Dalam rapat itu, tampak hadir pula jajaran direksi PT Putra Patria Adikarsa, salah satu perusahaan besar di Kulonprogo.

Anggota Komisi IV Kasdiyono dengan tegas meminta kepada dinas agar serius mengawal perusahaan-perusahaan di Kulonprogo seputar pencairan THR bagi karyawannya. Ketegasan itu khususnya ditujukan kepada PT SCI yang selama ini diketahui baru sekadar memberikan janji.

“THR merupakan hak bagi pekerja. Sesuai dengan aturan, THR wajib diberikan maksimal H-7. Kami minta dinas mengawalnya, jangan sampai ada karyawan yang dirugikan” ujar Kasdiyono.

Menanggapi hal itu, Manajer Personalia PT Sung Chang Tatuk Sutasmanto mengatakan THR keagamaan bagi para pekerja akan diberikan, hanya saja tidak tepat pada tidak H-7. Sebab, di internal perusahaan sedang ada pemeriksaan. Kemungkinan THR baru akan cair pada H-2 atau 8 September mendatang.

“Mundurnya penyerahan THR ini sudah diberitahukan kepada seluruh karyawan yang berjumlah 2.600 orang. Mengenai libur hari raya, akan diberlakukan mulai tanggal 9 sampai 13 September,”jelas Tatuk.

Sementara itu, Kasi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Frits Manengkey mengatakan siap melakukan pengawalan. Pantauan di 45 perusahaan skala kecil, menengah dan besar di Kulonprogo telah dilaksanakan. Selain itu, pihaknya juga membuka posko pengaduan THR keagamaan.

“Dinas bertugas mengingatkan perusahaan untuk membayar THR keagamaan. Namun untuk besaran dan waktu pencairannya, diserahkan ke perusahaan masing-masing. Sesuai kemampuannya. Asalkan sudah ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawannya” terang Fritz. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s