Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini

Posted: September 2, 2010 in news

*Pentas Teater “Monyet Loe!” di YKAY

Kulonprogo – Pendidikan pengelolaan lingkungan hidup perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Pasalnya, kebiasaan melstarikan lingkungan hidup lebih mudah ditanamkan kepada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Diharapkan perusakan lingkungan di masa depan dapat dicegah melalui kepedulian lingkungan generasi mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Alleta Smeets, aktor sekaligus fasilitator Teater Lakon Bandung seusai mementaskan teater boneka bertajuk “Monyet Loe!” di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), kemarin. Pertunjukan berdurasi satu jam yang menampilkan boneka-boneka dan topeng-topeng orangutan yang hampir mirip aslinya itu disaksikan oleh puluhan anak usia sekolah dasar (SD) dari Kulonprogo.

“Pementasan teater ‘Monyet Loe’ dengan orangutan sebagai tokoh utamanya ini mengangkat tema seputar persahabatan, penyesalan, dan perjuangan hidup untuk diri sendiri dan makhluk lain. Lakon ini telah dipentaskan berkeliling untuk anak-anak di Belanda selama satu tahun. Selanjutnya, dipentaskan di sejumlah kota di Sumatra dan Jawa. Pementasan di YKAY ini sebagai pentas penutup” terang Alleta Smeets, seniman berdarah Indonesia-Belanda ini.

Dikisahkan, ada dua anak orangutan, Hanoman dan kakaknya Subali, tengah asik bermain di hutan. Saking asiknya bermain, keduanya tersesat dan ditangkap seorang pemburu liar. Kedua anak orangutan tersebut kemudian dipaksamenghibur para pengunjung sebuah kafe di pinggiran kota.

Cerita pun berkembang dengan kehidupan Hanoman yang terpenjara, kesedihannya, dan perjuangannya. Persahabatannya dengan seorang anak jalanan yang kemudian saling membantu berjuang hidup dalam lingkungan masyarakat yang keras adalah salah satu bagian yang paling dramatis dalam pertunjukan tersebut.

Menurut Alleta, pesan kepedulian lingkungan yang disampaikan melalui teater lebih efektif karena akan berkesan dan membekas lama dalam benak anak-anak. Sebab, mereka masih polos dan mudah terpancing emosinya, semisal saat menyaksikan adegan yang menyakiti hewan yang seharusnya dilindungi.

Renni Karnila Sari manager produksi menambahkan, selain memberikan hiburan, pementasan teater itu dimaksudkan dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak dalam menjaga lingkungan. (leo)

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s