Pemerintah Lemah Atasi Human Trafficking

Posted: September 15, 2010 in news, Suara Warga

Ryan Praska

“Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik juga di negeri sendiri”. Ada baiknya peribahasa ini kembali dikenalkan kepada seluruh pelajar di Indonesia. Tidaklah naïf jika kalimat kiasan yang artinya sudah tampak jelas itu juga dipopulerkan di tiap pelosok desa di Indonesia.

Sudah berapa banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami penyiksaan baik fisik maupun psikis saat mengadu nasib ke luar negeri? Tidak sedikit pula para pahlawan devisa itu pulang ke tanah air sudah tidak bernyawa. Harapan mendulang uang di negara tetangga untuk memupuk modal buka usaha di kampung halaman tampaknya perlu dipertimbangkan sekali lagi.

Hal itu dibenarkan oleh Ngatini (23) mantan buruh di kilang emas Hoong Thye Gold Penang Malaysia, beberapa waktu lalu. Meski dalam kontraknya tertulis tiga tahun, warga asal Pedukuhan Nepi Brosot Galur Kulonprogo itu akhirnya memutuskan kabur saat baru enam bulan bekerja.

Lagi, kasus kaburnya TKI baru-baru ini juga menggemparkan Dinsosnakertrans Kulonprogo.  20 Agustus lalu datang surat dari PJTKI Timur Raya Jaya Lestari mengabarkan dua TKI asal Kulonprogo melarikan diri sejak tanggal 2 Juli 2010. Sama halnya dengan Ngatini, Sudarsih (25) satu dari dua TKI yang kabur itu mengaku dipekerjakan secara tidak manusiawi.

Banyaknya TKI yang yang masih menghadapi kekerasan dan perlakuan tidak sewajarnya di negara tempat mereka bekerja membuat Ryan Praska (21) merasa miris. Namun yang lebih memprihatinkan, menurut Ryan, adalah terungkapnya kabar bahwa para TKI itu kerap menjadi sasaran pemerasan oleh oknum petugas, perusahan kargo, para calo, hingga pengusaha transportasi.

“Wajar bila bangsa lain memperlakukan para TKI tidak manusiawi. Lha bangsa sendiri saja tega memeras mereka” ujar pria kelahiran Wates Kulonprogo ini.

Ryan menambahkan, seharusnya pemerintah segera melakukan pembenahan, terutama berkaitan dengan peraturan ketenagakerjaan. Pasalnya, human traffi­cking (perdagangan manusia, red) di Indonesia terus meningkat. Modus yang dilakukan antara lain melalui pengiriman tenaga kerja keluar negeri.

“Kurang ketatnya perizinan bagi perusahaan jasa TKI yang akan memberangkatkan pekerja keluar negeri adalah salah satu petunjuk bahwa pemerintah gagal memerangi human trafficking” tegas Ryan. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s