Dana Bantuan Budidaya Ikan Air Tawar Harus Diawasi

Posted: September 20, 2010 in news

Gubernur DIY HB X saat meninjau kolam pembesaran ikan di Pokdakan Argomino Dengok, Tanjungharjo,Nanggulan

*Gubernur Janji Akan Meninjau Ulang

Kulonprogo – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, rencana Forum Silaturahmi Pokdakan (FSP) Kulonprogo mengajukan dana bantuan untuk penambahan kolam ikan sebanyak 500 buah perlu dikaji secara serius. Jika tidak, dana bantuan sebesar 1,95 miliar itu dikhawatirkan sia-sia saja tanpa ada peningkatan berarti dari jumlah produksi ikan air tawar di Kulonprogo.

“Aspek manajemen kelompok dan pemasaran adalah hal pokok yang harus diperhatikan seluruh kelompok budidaya ikan (pokdakan). Sebanyak 112 pokdakan yang ada harus kompak, sehingga mampu menentukan harga di pasaran” tegasnya saat berdialog dengan FSP di Pokdakan ‘Argomino’, Dusun Dengok, Tanjungharjo, Nanggulan, Kamis (15/9).

Penambahan kolam untuk pembesaran benih, kata HB X, diharap dapat menggerakan masyarakat kurang mampu untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, dalam hal ini lele dan gurami.

“Dari jumlah total bantuan, 60% untuk 112 pokdakan yang ada dan 40% untuk masyarakat lain agar turut mengembangkan budidaya ikan. Namun, jangan sampai ada anggota baru itu menjual hasil panen di bawah harga pasar dengan alasan kesulitan memasarkan. Jika hal itu terjadi, rusaklah patokan harga yang sudah ditetapkan” imbau HB X.

Gubernur menambahkan, FSP juga harus bisa mengupayakan kolam pembenihan ikan. Jika hanya giat dalam pembesaran saja namun benihnya masih beli dari luar daerah, jelas mengurangi keuntungan yang didapat. “Dengan adanya pembenihan, otomatis peredaran uang di Kulonprogo akan lebih besar dan dampaknya dapat dirasakan di berbagai sektor” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua FSP Agung Mabruri menjelaskan, 112 pokdakan yang ada setiap satu bulan memproduksi ikan sekitar 12 ton. Setiap pokdakan berangggotakan sekitar 20 orang dan setiap orang minimal memiliki dua kolam. Untuk meningkatkan produksi ikan hingga 39 ton per bulan, dibutuhkan tambahan sekitar 500 kolam.

Di ujung acara Gubernur mengatakan, bantuan akan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama yakni 50 % atau sekitar Rp 975 juta. Dua bulan setelah dana tahap awal dicairkan, Gubernur akan meninjau kembali. Jika bantuan tersebut bermanfaat dan digunakan dengan baik, maka dana tahap kedua akan digelontorkan. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s