Tak Kunjung Sembuh, Petani Nekat Gantung Diri

Posted: September 20, 2010 in hard news, news

Petugas identifikasi Polres Kulonprogo tengah memeriksa jenazah Panut yang tewas gantung diri

Kulonprogo – Akibat penyakit hernia dan gangguan prostat yang tak kunjung sembuh, Hadi Prayitno Panut (58) nekat mengakhiri hidupnya dengan tragis. Bapak empat anak yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani itu ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya di Dusun V, Desa Gotakan, Kecamatan Panjatan, Senin (20/9) siang.

Tewasnya Panut pertama diketahui oleh istrinya, Poyem (52). Sepulang berobat dari Puskesmas Panjatan sekitar pukul 11.00, Poyem mendapati seluruh pintu di rumahnya terkunci. Meski Poyem berkali-kali mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari dalam.

“Setelah menengok ke dalam melalui lubang ventilasi di dapur, saya melihat suami sudah membujur kaku tegantung pada seutas tali plastik yang dikaitkan pada blandar. Saat itu juga saya langsung lari ke halaman rumah dan berteriak minta tolong” kata Poyem lirih.

Tak berselang lama, beberapa tetangga sebelah berdatangan. Berharap korban masih dapat diselamatkan, Sarono (35) warga setempat, langsung mendobrak pintu dapur dan bergegas menurunkan korban dari jeratan tali gantungan. Namun sayang, korban sudah tak bernyawa. Selanjutnya, warga segera menghubungi Polsek Panjatan.

Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Panjatan menyatakan korban murni tewas akibat gantung diri. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya selain kulit leher lecet akibat jeratan. Diduga, korban sudah tewas satu jam sebelum pertama kali ditemukan.

Poyem dan salah seorang anaknya, Haryanto (32), tidak menyangka sama sekali jika korban nekat memilih jalan pintas untuk mengakhiri penderitaannya. “Sebelum saya berangkat ke Puskesmas, suami hanya memesan agar jangan lama-lama. Itu saja. Tidak ada firasat apapun” ujar Poyem.

Haryanto menambahkan, sejak resmi dinyatakan menderita hernia dan prostat, ayahnya telah dioperasi sebanyak dua kali, yakni pada Maret dan Juli 2010 lalu. Namun, kesehatannya tak kunjung membaik. “Ayah pun jadi mudah uring-uringan karena badannya sakit dan tidak enak makan” kata Haryanto. Setiap hari, empat anaknya yang telah berkeluarga dan tinggal di luar kota selalu menanyakan kabar ayahnya.

Rencananya, korban akan dikuburkan siang hari ini, Selasa (21/9). Sebab, pihak keluarga masih menunggu kedatangan ketiga anak korban yang masih dalam perjalanan pulang. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s