Warga Tuntut Ganti Biaya Operasional Penyedotan Air

Posted: September 20, 2010 in hard news, news

Genangan air menyebabkan underpass Hargomulyo Kokap rawan kecelakaan

*Underpass Tergenang, Rawan Kecelakaan

Kulonprogo – Sejumlah warga di pedukuhan Tapen, Hargomulyo, Kokap mengeluhkan tidak jelasnya penggantian biaya operasional penyedotan air di underpass (jalan penyebrangan di bawah perlintasan kereta api) setempat. Setidaknya, warga telah menghabiskan dana sekitar Rp 2 juta untuk menyedot air yang menggenang di terowongan itu setiap turun hujan.

“Kabarnya, pemerintah desa telah menyampaikan permasalahan ini ke pemkab Kulonprogo melalui surat resmi. Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah” kata seorang warga Sadewa (40). Selain itu, warga juga menuntut pemkab mengganti dana swadaya yang diambilkan dari kas dusun untuk operasional penyedotan air.

Tiap kali turun hujan, underpass yang dibangun sejak 2008 itu selalu digenangi air. Bahkan, jika hujan deras mengguyur dalam waktu lama, genangan air dalamnya hingga mencapai setengah paha orang dewasa. Tak pelak, kecelakaan kerap terjadi di jalan pintas  yang menghubungkan Kulonprogo dan Purworejo itu. “Tapi mau gimana lagi, warga rela menerjang genangan air di underpass karena menghemat jarak tempuh sekitar 3 km” ujar Sadewa.

Ketua Kelompok Kerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKLPMD) Hargomulyo Sukamadi menjelaskan, saat proses pembangunannya warga sempat mengusulkan agar jalan yang di sebelah utara dibuat landai. Namun, usulan warga tidak diindahkan sehingga turunan jalannya kini cukup curam. Tidak adanya drainase kian memperparah kondisi tersebut.

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta Eko Budiyanto menerangkan, pembangunan tiga underpass di Kulonprogo belum selesai 100%. Ketiga underpass itu satu di Hargomulyo Kokap dan dua lainnya di Kecamatan Pengasih.

“Mengenai adanya genangan karena hujan, pihak Daops VI telah memberikan bantuan berupa diesel untuk memompa air keluar. Sedangkan untuk biaya pengoperasiannya, kami serahkan sepenuhnya kepada pemkab melalui dinas terkait” jelas Eko. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s