Konsep Pembangunan Underpass Kurang Matang

Posted: September 24, 2010 in news

*Dewan Keberatan Anggarkan Dana Operasional Pompa

Kulonprogo – Menggenangnya air di underpass (jalan melintang di bawah perlintasan kereta api, red) di pedukuhan Tapen, Hargomulyo, Kokap setiap kali turun hujan diduga akibat kurang matangnya persiapan dari pemkab Kulonprogo.

Menurut Wakil Ketua komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi, pihak pemkab tidak menduga jika usulan pembangunan underpass di Kulonprogo direspon begitu cepat oleh Dirjen Perkeretaapian.

“Sebelum mengusulkan pembangunan underpass, seharusnya dinas terkait sudah menyiapkan perencanaan matang berdasarkan survey lapangan, kondisi medan, dan kebutuhan masyarakat” kata Hamam, belum lama ini.

Kurang matangnya persiapan, menurut politisi PKS ini, terlihat dari tidak adanya drainase (saluran pembuangan air). Alhasil, underpass yang dibangun untuk menyingkat jarak tempuh pengguna jalan itu justru banyak menyebabkan kecelakaan.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Sukoco mengatakan pembangunan underpass sudah dikonsep dengan matang jauh sebelum usulan itu diajukan ke Dirjen Perkeretaapian.

“Mengenai masalah genangan air, kami sudah mengusulkan dana anggaran sekitar Rp 95 juta untuk pemeliharaan dan perawatan instalansi pompa di lima underpass selama satu tahun” jelas Sukoco di kantornya, Jumat (24/9).

Usulan dana ini adalah respon dari DPU atas keluhan warga Tapen mengenai tidak jelasnya penggantian biaya operasional pompa manual di underpass setempat. Setidaknya, warga telah menghabiskan dana kas desa sekitar Rp 2 juta untuk memompa genangan air di underpass setiap turun hujan.

Menurut Hamam, penggunaan pompa manual bisa dimaklumi jika untuk jangka pendek saja. “Harus ada solusi untuk menyelesaikan masalah genangan air di sekitar underpass. Jika setiap tahun harus mengucurkan dana Rp 95 juta, itu namanya pemborosan” tegas Hamam.

Sementara itu, Sukoco mengatakan anggaran Rp 95 juta itu tidaklah besar jika dibandingkan dengan keselamatan warga yang nantinya akan melintasi underpass. ”Masak Dewan keberatan menganggarkan uang demi keselamatan rakyatnya?”

Sukoco menambahkan, banyaknya kecelakaan yang terjadi di underpass karena banyak warga yang sudah melintas meski pembangunan belum sepenuhnya selesai. ”Drainase jelas menjadi target utama dalam penyelesaian pembangunan underpass” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s