Longsor Terjang Dua Kecamatan di Perbukitan Menoreh

Posted: September 24, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Hujan deras yang mengguyur Perbukitan Menoreh sejak sore hingga malam, Kamis (23/9), mengakibatkan longsor di dua wilayah, yakni di Kecamatan Girimulyo dan Samigaluh. Di Girimulyo, tepatnya di daerah Pedukuhan Sonyo Desa Jatimulyo, sebuah bangket penahan tebing ambrol. Meski tidak menelan korban jiwa, kerusakan bangket pada itu menimbulkan kerugian jutaan rupiah.

Ambrolnya bangket yang baru selesai dibangun satu bulan lalu itu mengancam dua rumah warga yang tepat berada di bibir tebing. Jarak kedua rumah dengan tebing yang hanya sekitar setengah meter membuat tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) DIY wilayah Girimulyo mengimbau pemilik rumah agar mengungsi ke lokasi yang aman.

Pasalnya, selain terancam turut longsor, kedua rumah itu juga rawan tertimbun longsoran tanah dari tebing yang berada di sebelahnya. “Kedua rumah milik Jumakhir (45) dan Kirjo (50) ini berada di lokasi yang tidak layak huni. Sebab, terhimpit di antara tebing dan jurang” terang Koordinator Tagana Marsudi di lokasi, Jumat (24/9).

Camat Girimulyo Sumiran yang turut meninjau lokasi longsor mengatakan, bangket dibangun sebelum Lebaran 2010 dengan dana bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) dari Dinas Sosial Provinsi DIY. Dana itu juga digunakan untuk membangun rumah milik Jumakhir (45) yang dulu pernah ambrol sebelum tebing di bawah rumahnya dibangun bangket.

“Kedua keluarga sepakat untuk pindah rumah karena kebetulan mereka punya tanah di luar lokasi. Untuk warga lain yang rumahnya berada di lokasi tidak layak huni, bisa mendirikan tanah di kas desa dengan status hak pakai” terang Sumiran.

Sementara, di wilayah Gunung Kucir Kecamatan Samigaluh, jalan yang menghubungkan Desa Sidoharjo dan Banjarasri terancam putus akibat longsor. Sebagian badan jalan itu ambles sedalam tiga meter. Menurut Camat Samigaluh Latnyana, longsornya jalan diduga karena kandungan air tanah di bawah jalan cukup besar.

“Badan jalan di Pedukuhan Balong Banjarasri ini longsor karena didera hujan hampir setiap hari. Jika ini dibiarkan, jalan tersebut terancam putus tidak lama lagi,” kata Latnyana. Agar badan jalan tidak terus longsor ke bawah, imbuh Latnyana, seharusnya tebing di bawah badan jalan itu diperkuat dengan bangket beton. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s