Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir

Posted: September 25, 2010 in hard news, news

*Petani Jagung dan Cabai Terancam Gagal Panen

Kulonprogo – Selain mengakibatkan tanah longsor di sejumlah titik di wilayah perbukitan Menoreh, hujan deras yang mengguyur Kulonprogo beberapa hari terakhir juga mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Sentolo dan Pengasih rusak tergenang banjir. Bahkan, lebih dari 200 hektar tanaman jagung dan cabai terancam puso (gagal panen).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Disperhut) Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan, banjir melanda lahan pertanian di lima desa di Kecamatan Sentolo dan tiga desa di Kecamatan Pengasih.

Lima desa di Kecamatan Sentolo yang lahan pertaniannya terkena banjir yakni Kaliagung, Sukoreno, Demangrejo, Srikayangan, dan Tuksono. Sedangkan yang terendam banjir di Kecamatan Pengasih yakni di Desa Kedungsari, Kalisoka, dan Tawangsari.

“Di Sentolo, total tanaman yang rusak yaitu jagung 162 ha, cabai 49 ha, dan bawang merah 51 ha. Sedangkan di Pengasih, yang rusak tanaman jagung seluas 48 ha dan cabai 13 ha” jelas Aris, belum lama ini.

Aris menambahkan, tanaman bawang merah yang terendam banjir masih bisa diselamatkan jika segera dilakukan penanganan. Menurutnya, air yang merendam harus segera dialirkan keluar dari lahan dengan menggunakan pompa air. “Kalau tidak segera dikeringkan, dikhawatirkan tanaman bawang bisa layu akibat terkena jamur, bisa gagal panen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok ‘Tani Makmur’ di Kaliwinong Lor Srikayangan Slamet Widi Sukarto mengatakan, musibah banjir yang menggenangi tanaman bawang merah di wilayahnya sangat merugikan petani.

“Air menggenangi tanaman setiap kali hujan deras turun. Setelah hujan reda, kami harus menyedot air dengan pompa,” kata Slamet mewakili 52 petani yang tergabung dalam klomtannya.

Menurut Slamet, banjir kali ini salah mongso (musim), yang seharusnya kemarau tapi masih hujan. Sebagai antisipasi jangka panjang, pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperlebar dan memperdalam got pembuangan air. “Setidaknya sedalam 1 meter dan lebar 1,5 meter sehingga air di got bisa dibawah permukaan lahan pertanian,” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s