Mantan Kades Tuksono Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Posted: October 4, 2010 in hard news, news

*Kasus Korupsi Dana Kas Desa dan LKM

Kulonprogo – Sidang perkara korupsi dana kas desa dan dana Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Desa Tuksono Kecamatan Sentolo telah sampai pada agenda tuntutan, Senin (4/10). Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa mantan Kades Tuksono Saryono dituntut hukuman penjara 4 tahun 6 bulan.

JPU juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp 30 juta subsider 2 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 198 juta subsider 1 tahun 9 bulan kurungan.

“Terdakwa Saryono bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi berulang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 ayat 1  UU no 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU no 20 tahun 2001 jo pasal 65 ayat 1 KUHP dalam dakwaan kesatu subsider” kata JPU Priyo Haryanto dalam persidangan.

Dalam uraian tuntutannya, Putro Haryanto menyebutkan terdakwa telah melakukan penyimpangan dana Kas Desa sebesar Rp 44 juta dan dana dari LKM Binangun Tuksono sebesar Rp 154 juta. Penyimpangan itu dilakukannya sejak 2007-2009. Total kerugian yang diderita negara mencapai sekitar Rp 198 juta.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Muslim Mujiriyanto mengajukan keberatan. Oleh ketua majelis hakim Matheus Samiaji, sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin (11/10) mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa.

Ditemui seusai persidangan, Saryono mengaku sangat keberatan dengan tuntutan JPU.  “Telalu berat (tuntutan JPU). Sangat berat sekali. Masak hampir 6 tahun penjara. Saya mohon pengadilan memutuskan kasus ini dengan seadil-adilnya” kata Saryono.

Saryono menambahkan, dana kas desa sebesar Rp 44 juta itu tidak dipakainya sendiri. “Saya akui jika saya menyalahi prosedur. Tapi, sebagian uang itu saya gunakan untuk menutup hutang warga yang meminjam dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)” ujarnya.

Sebelumnya, imbuh Saryono, rencana meminjam kas desa itu sudah dirapatkan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa lain. “Jadi semua tahu” tandasnya. Mengenai dana LKM, Saryono mengakui jika uang itu ia gunakan untuk keperluan pribadi. “Sebenarnya hanya Rp 121 juta. Menjadi Rp 154 juta itu karena ditambah bunga pinjamannya” pungkas Saryono. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s