Rumah Protokoler Pemkab Kulonprogo Digarong

Posted: October 4, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Tidak seperti biasanya Ngatijo (40) bermuram durja. Salah satu protokoler pemkab Kulonprogo yang dikenal humoris setiap kali memandu acara itu tampak kuyu saat duduk di kursi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kulonprogo, kemarin.

Bagaimana tidak, rumahnya yang berada di Dipan, Wates, Kecamatan Wates baru saja diobok-obok maling di siang bolong. “Laptop Axio seharga Rp 7,5 juta dan handphone Nokia 2700 seharga Rp 1 juta milik saya digondol maling” ujarnya kepada Kepala SPK Ipda Priyo Sejati.

Selain itu, maling yang mengacak-acak seluruh ruangan di rumahnya itu juga menggasak perhiasan milik istrinya, Anjar Purwantari (38). Kepada polisi, dia menuturkan si maling masuk dengan jalan merusak pintu belakang rumahnya. Diduga kuat si maling sudah hapal dengan situasi rumahnya yang selalu ditinggalkan kosong tanpa penghuni sejak pagi hingga siang hari.

“Saya ke kantor. Anak-anak sekolah. Istri saya mengajar di SD Muhammadiyah di Mutihan, Wates. Sedangkan mertua ke sawah” kata Ngatijo lagi.

Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh adik Ngatijo, Ani Widiastuti (30). Melihat pintu rumah Ngatijo terbuka lebar sementara tuan rumahnya tidak ada di dalam, Ani langsung menelepon kakaknya sekitar pukul 09.00. “Namun Ani tidak sempat masuk ke dalam rumah. Kemungkinan saat itu si maling masih berada di dalam” imbuh Ngatijo.

Belum sempat pulang mengecek rumahnya, Ngatijo kembali mendapat kabar dari anaknya, Ajeng Prasetyaningtyas (15). Pasalnya, sepulang sekolah, Ajeng tidak mendapati laptop miliknya di tempat semula. Ajeng juga curiga melihat seisi rumahnya berantakan.

Hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo telah melakukan olah TKP di rumah Ngatijo untuk mengusut siapa pelakunya. “Kampung saya sering disobo maling. Banyak warga yang mengaku kecurian, tapi mereka enggan lapor ke polisi” ujar Ngatijo.

Dia menambahkan, belum lama ini tetangganya, Fauzan (45) juga mengaku kemalingan. Perhiasan emas seberat 60 gram miliknya amblas disikat maling. “Biasanya maling beraksi pada siang hari. Sebab, sebagian besar warga saat itu tengah beraktivitas dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong” pungkasnya. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s