Angin Ribut Terjang Girimulyo

Posted: October 6, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Angin ribut seolah tak henti menerpa perbukitan di wilayah utara Kulonprogo. Dua rumah warga Dukuh Penggung, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo rusak tertimpa pohon tumbang akibat diterjang angin, Rabu (6/10) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian material mencapai jutaan rupiah.

Salah satu pemilik rumah Tukinem (57) menuturkan, angina rebut mendera bersamaan dengan derasnya hujan pada Selasa (5/10) sekitar pukul 17.00. Angin ribut hanya berlangsung sekitar 15 menit saja. Sedangkan hujan baru berhenti selepas Maghrib.

“Meski angin tidak terlalu lama berhembus, namun kekuatannya telah menumbangkan banyak pohon di pedukuhan kami. Salah satunya pohon kelapa yang tumbuh tepat di belakang rumah yang rubuh menimpa atap” katanya.

Beruntung, rumah yang ditinggali bersama anak semata wayangnya, Saryanto (27), saat itu dalam keadaan kosong. “Saya sedang membantu tetangga yang mau punya hajat. Anak saya kebetulan juga belum pulang kerja” imbuh Tukinem.

Begitu juga dengan Parimin (55), warga lain yang rumahnya juga tertimpa pohon. Saat pohon sengon usia belasan tahun menghantam atap rumahnya, dia dan istrinya, Boniyem (52) sedang tidak ada di rumah.

“Sejak mendung terlihat begitu pekat, kami sudah punya firasat bakal terjadi angin ribut. Untuk itu, kami memutuskan ke kios di dukuh sebelah yang lebih aman” jelas Parmin. Ternyata firasat Parmin tepat. Pagi harinya, dia mendapati pohon sengon di sebelah rumah tercabut akarnya dan singgah di atap.

Oleh kepala dukuh setempat, Sutarno (35), warga dibagi jadi dua kelompok gotong-royong. “Biar kedua rumah itu dapat segera ditempati lagi. Sementara, kedua pemilik rumah itu menumpang di rumah tetangga sebelah” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (5/10), warga di Kecamatan Girimulyo juga dikejutkan adanya tanah ambles. Amblesnya tanah di tengah pemukiman di Dusun Sabrang Kidul, Desa Purwosari itu menyisakan lubang berdiameter sekitar 3 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter.

Hingga kini, petugas Kesbanglinmas Kulonprogo dan instansi terkait masih melakukan penelitian intensif di lokasi. Sebab, ada dugaan amblesnya tanah dikarenakan adanya rongga menyerupai goa di bawah permukaan tanah. (leo)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s