Banjir Setinggi Paha, Uderpass Ditutup Warga

Posted: October 6, 2010 in hard news, news

*Tuntut Anggaran Operasional Pompa Air

Kulonprogo – Warga Dusun Tapen, Hargomulyo, Kokap akhirnya sepakat menutup jalur underpass (jalan melintang di bawah perlintasan kereta api) yang berada di wilayahnya. Pasalnya, warga menilai, Pemkab Kulonprogo tidak menggubris tuntutan mereka seputar biaya ganti operasional penyedotan air.

“Warga sudah berkali-kali mengirimkan surat tertulis ke Pemkab yang intinya meminta biaya operasional penyedotan air. Namun, hingga kini belum ada jawaban yang memuaskan” kata Karyono (43) warga setempat yang selama ini bertugas mengoperasikan pompa air, Rabu (6/10)

Diberitakan sebelumnya, setiap turun hujan, underpass yang dibangun sejak 2009 itu selalu digenangi air. Bahkan, genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa jika hujan berlangsung lama. Alhasil, underpass yang sedianya dibangun untuk menyingkat jarak tempuh pengguna jalan itu justru banyak menyebabkan kecelakaan.

Tanpa adanya drainase, warga terpaksa mengeringkan underpass dengan pompa air sumbangan dari PT KAI. Sementara, pemkab meminta warga untuk mengoperasikan pompa itu dengan dana swadaya. “Biaya yang telah dikeluarkan warga sudah mencapai Rp 1,7 juta. Dana kas desa dan pedukuhan sudah habis” kata Kepala Desa Hargomulyo Sugiyanto.

Kalau tetap tidak ada anggaran dari Pemkab, imbuh Sugiyanto, mesin pompa air itu akan dikembalikan saja. “Ya percuma saja ada mesin pompa air kalau solarnya tidak ada” ujarnya. Sugiyanto membenarkan adanya keputusan warga dan pemerintah desa untuk menghentian penyedotan air yang menggenang saat hujan tersebut.

Keputusan tersebut, lanjutnya, telah disepakati dalam rapat tingkat dusun yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa dan Ketua Kelompok Kerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKLPMD).

Di dua ujung underpass, warga memasang papan peringatan bertuliskan ‘underpass banjir, agar pengguna jalan mengambil arah lain’. “Kami harap ada respons (dari pemkab) agar biaya operasional penyedotan air segera dianggarkan,” pungkas Sugiyanto. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s