Tanah Ambles Karena Pergeseran Lapisan Bawah Tanah

Posted: October 7, 2010 in hard news, news

*Sekeluarga Terpaksa Mengungsi

Kulonprogo – Musibah yang tak henti menerpa Kulonprogo membuat segenap jajaran pemkab tergerak untuk meninjau lokasi bencana di wilayah perbukitan Kulonprogo. Dalam kesempatan itu, Bupati Toyo S Dipo meminta tim ahli dari Universitas Gadjah Mada agar segera meneliti penyebab amblesnya tanah di Dusun Sabrang Kidul, Desa Purwosari, Girimulyo.

“Hasil penelitian dari tim ahli akan segera digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, apakah lokasi tanah ambles itu masih layak huni atau tidak” kata Toyo didampingi Kasi Linmas Kesbanglinmas Made Arsa Wijaya dan sejumlah kepala dinas instansi terkait, Kamis (7/10).

Kalau memang diduga ada sungai bawah tanah, kata Toyo, kemana alurnya dan berapa kedalamannya. “Ini bisa menjadi pertimbangan kewaspadaan warga yang berdomisili di sekitar lokasi” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Girimulyo Sumiran mengatakan, hasil penelitian BPPTK Yogyakarta menyatakan amblesnya tanah itu akibat pergeseran lapisan bawah tanah. “Pergeseran itu yang menyebabkan lapisan tanah di atasnya ambrol. Jadi bukan karena adanya gua atau sungai bawah tanah“ katanya di lokasi.

Kepala Bidang Geologi dan energi Disperindag Kulonprogo Heri Purnomo mengatakan, Dusun Sabrang kidul berada di wilayah perbukitan batuan kapur. Bisa jadi pergeseran tanah itu akibat batu kapur di lapisan bawah mengalami pelapukan.

Hasil pantauan di lapangan, amblesnya tanah berdiameter tiga meter dengan kedalaman empat meter pada Senin (4/10) itu telah ditimbun tanah oleh warga. Meski demikian, warga masih menemukan adanya rekahan tanah baru di sekeliling lubang dengan berdiameter sekitar 10 meter.

Sedangkan rumah milik Atmo Suwito yang berhimpitan dengan lubang tanah ambles telah dibongkar bergotong-royong oleh warga pada bagian dapurnya. Sebab, retakan pada dinding dan lantainya cukup mengkhawatirkan. “

Sementara ini kami terpaksa mengungsi ke masjid sebelah rumah. Kami takut jika nanti ada tanah ambles susulan dan memakan sebagian rumah kami” kata Siswo Santoso (51), keponakan Atmo Suwito. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s