Anggaran Dana Tak Terduga 2010 Defisit

Posted: October 11, 2010 in news

*Pemkab Kelimpungan Atasi Bencana

Kulonprogo – Anggaran dana tak terduga milik Pemkab Kulonprogo yang kerap dialokasikan untuk tanggap darurat bencana tinggal Rp 74 juta. Padahal, dalam sepekan ini, bencana terus saja menimpa, silih berganti, khususnya di wilayah utara (daerah perbukitan).

“Bencana angin ribut yang menerjang Kecamatan Girimulyo dan Kalibawang saja dikalkulasikan bakal menyedot biaya sekitar Rp 200-300 juta” kata Kasi Linmas Kesbanglinmas Kulonprogo Made Arsa Wijaya di kantornya, kemarin.

Terhitung sejak Sabtu (2/10) hingga hari ini, ada tiga bencana skala besar yang menimpa Kulonprogo. Sabtu (2/10) petang, hujan bercampur gumpalan es sebesar kelereng disertai angin ribut menerpa Desa Banjarharjo dan Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 313 juta.

Selasa (5/10) pagi, warga Dusun Sabrang Kidul, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo dikejutkan adanya tanah ambles. Lubang berdiameter sekitar 3 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter itu telah ditimbun warga dan masih dilakukan penelitian oleh para pakar geologi dari UGM.

Terakhir, Rabu (6/10) pagi, dua rumah warga Dukuh Penggung, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo rusak tertimpa pohon tumbang akibat diterjang angin ribut. Juga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material mencapai jutaan rupiah.

Made memaparkan, anggaran dana tak terduga untuk 2010 sebesar Rp. 1.000.391.000. Hingga Juni, dana itu sudah menyusut banyak hingga tinggal Rp 467 juta. Kini, dana itu tinggal Rp 74 juta. “Baru sampai Oktober, anggaran tanggap darurat sudah mengalami defisit akibat bencana yang terus beruntun. Padahal Oktober hingga Desember, curah hujan diprediksikan masih tinggi” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Kesbanglinmas, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA), dan sejumlah instansi terkait menyelenggarakan rapat darurat bersama Sekda Kulonprogo, baru-baru ini. “Pada intinya, kita minta agar alokasi dana tak terduga tahun depan ditambah” kata Made.

Sebab, imbuh Made, selama ini daerah perbukitan di wilayah utara Kulonprogo yang paling sering tertimpa bencana, baik itu longsor dan angin ribut. “Rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah perbukitan jelas lebih banyak memakan biaya daripada di dataran” pungkasnya. (leo)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s