Daging Ayam Tiren Masih Merebak

Posted: October 11, 2010 in hard news, news

*Sanksi Ringan, Pedagang Tak Jera

Kulonprogo – Daging ayam tiren (mati kemarin, red) ternyata masih marak beredar di pasar tradisional di Kulonprogo. Dari pasar Kenteng Kecamatan Nanggulan, Satpol PP dan petugas dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Diskepnak) Kulonprogo berhasil menyita puluhan potong daging ayam bangkai siap saji dari salah satu pedagang, Jumat (8/10) pagi.

“Meski disamarkan dengan digoreng dan dicampur bumbu kunyit, daging tiren tetap mudah dikenal oleh mata telanjang” kata staf Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo Brenggati Dipurwa, Jumat (8/10) di kantornya. “Alat penguji yang dibawa petugas Diskepnak juga memastikan jika puluhan potong daging dengan berat total sekitar 5 kg itu tidak layak dikonsumsi” imbuhnya.

Menurut Brenggati, pedagang yang mengaku dari Godean Sleman itu adalah pelaku lama. Meski sudah diberi peringatan pada bulan Ramadhan lalu, ternyata dia masih saja nekat. “Daging tiren itu dibeli dan diolahnya di Godean lalu dipasarkan di Nanggulan Kulonprogo. Kali ini kami sita dagangannya” tegasnya.

Ringannya sanksi membuat sejumlah penjual daging ayam tiren (bangkai) tak kunjung jera. Bahkan, selepas bulan Ramadhan, mereka justru kian melenggang menjajakan dagangan haramnya. Pasalnya, mereka merasa Satpol PP dan dinas terkait hanya sibuk menggelar operasi hanya di bulan suci saja. Alhasil, mereka kelabakan saat Satpol PP Diskepnak Kulonprogo melakukan operasi mendadak.

Staf penyidikan Satpol PP lain, Debi Hutabarat menambahkan, meski jelas-jelas melanggar perda dan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, namun petugas hanya bisa melakukan penyitaan atas dasar kemanusiaan. “Pedagangnya ibu-ibu. Sudah tua pula” kata Debi.

Brenggati membenarkan jika lemahnya sanksi tak menimbulkan efek jera pada para pedagang ‘nakal’. “Kalau sesuai perda, sanksinya hanya berupa peringatan dan pembinaan” katanya. Namun kalau terus-terusan nekat, imbuh dia, pihaknya akan mengambil langkah tegas, yakni menyeret pedagang tersebut ke meja hijau. (leo)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s