Underpass Tapen Menjelma Kolam Lele

Posted: October 11, 2010 in hard news, news

*Lomba Mancing Wujud Protes Pada Pemkab

Kulonprogo – Tidak ada kata menyerah bagi warga Dusun Tapen, Hargomulyo, Kokap untuk memperjuangkan nasib underpass (jalan penyebrangan di bawah perlintasan kereta api) Tapen yang selalu terendam banjir setiap turun hujan. Meski berkali-kali melayangkan surat resmi ke Pemkab Kulonprogo dan belum juga mendapat respon positif, warga rupanya tak kehabisan akal.

Genangan air setinggi paha orang dewasa di jalan Kemudian, di kolam dadakan di bawah rel kereta api itu, digelar acara memancing bersama. Sejak pukul 09.00, warga berduyun-duyun ke lokasi lengkap dengan peralatan pancing.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemkab. Sebab, kami telah diberi sarana hiburan mancing. Kolam ini gratis bagi warga yang ingin memancing. Terserah, bagaimana Pemkab menafsirkannya” kata Ketua RW 1 Dusun Tapen, Parmuji.

Parmuji tidak menyangkal jika acara memancing bersama ini adalah bentuk sindiran kepada Pemkab yang dirasa abai terhadap keselamatan warga. Dia menambahkan, underpass yang dibangun pada 2009 itu selalu terendam banjir karena tidak adanya drainase (saluran pembuangan air).

“Bahkan sejak sepuluh hari terakhir, underpass benar-benar tidak bisa dilalui. Dana kas desa sudah habis, jadi pengoperasian pompa air untuk mengeringkan underpass tidak bisa dilaksanakan” katanya.

Menurut Karyono, salah satu warga yang biasa mengoperasikan pompa air di underpass, banjir diatasi secara manual dengan menggunakan pompa air. Menurutnya, sejak underpass difungsikan pada Januari 2010, hanya ada bantuan satu unit pompa air dari PT KAI. Sedangkan, operasional pembelian solar ditanggung warga secara swadaya.

“Banjir di underpass sudah menghabiskan dana sekitar Rp 1,7 juta. Untuk itu, kami menuntut pemkab agar segera mengalokasikan anggaran untuk operasional pompa air” kata Karyono.

Sebelumnya, (6/10), warga sepakat menutup underpass karena genangan air dirasa membahayakan setiap pengendara yang hendak melintas. Di dua ujung underpass, warga memasang papan peringatan bertuliskan ‘underpass banjir, agar pengguna jalan mengambil arah lain’.

“Keputusan menutup underpass adalah hasil kesepakatan dari rapat tingkat dusun yang dihadiri para perangkat desa dan Ketua Kelompok Kerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKLPMD)” imbuh Kepala Desa Hargomulyo Sugiyanto. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s