Dugaan Bocornya Pajak Hotel Menguat

Posted: October 12, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Dugaan adanya kebocoran pajak hotel dan penginapan di Kulonprogo kian menguat. Pasalnya, pemasukan APBD tahun 2010 dari pendapatan pajak hotel dan penginapan hanya sebesar Rp 3.582.000. Jumlah itu jelas tidak sebanding dengan banyaknya hotel dan penginapan di Kulonprogo.

“Sesuai aturan yang berlaku, pajak hotel per bulan sebesar Rp 40 ribu, ditambah pajak reklame Rp 20 ribu per bulan. Jadi, untuk satu hotel saja semestinya membayar pajak sebesar Rp 720 ribu” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Sholeh Wibowo di sela melakukan pengecekan ke beberapa hotel di obyek wisata Pantai Glagah, Selasa (12/10) siang.

Sholeh menambahkan, baru di Pantai Glagah saja sudah ada 22 hotel dan penginapan. Belum lagi, adanya sejumlah hotel dan penginapan di lain daerah, seperti di Kota Wates dan Sermo misalnya. “Sangat dimungkinkan ada kebocoran. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, apakah jumlah itu realistis jika dilihat dari jumlah hotel dan pendapatan pajaknya” tegasnya.

Ironis jika pendapatan pemkab dari pajak hotel dan penginapan di seluruh Kulonprogo hampir setara dengan besaran penghasilan Desa Glagah. Menurut Sekretaris Desa Glagah Gandung Suprapto, hasil pungutan dari 22 hotel dan penginapan di wilayahnya juga berkisar pada Rp 3 jutaan setiap tahunnya.

“Pungutan dari desa sebesar 25 ribu per kamar hotel per tahun. Sedangkan untuk penginapan, Rp 15 ribu per kamar per tahun. Jumlah totalnya sekitar Rp 3 juta” jelas Gandung.

Untuk itu, Komisi II meminta Pemkab khususnya dinas terkait untuk lekas mengadakan pencermatan terkait dugaan kebocoran pajak hotel tersebut. “Asal digarap secara serius, pajak hotel dan penginapan jelas dapat memberi kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang besar” tandas Sholeh.

Dugaan sementara, kebocoran pajak akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas instansi terkait. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kebocoran itu juga lantaran adanya pengusaha hotel yang nakal.

Selain mengecek besaran pajak yang dikeluarkan setiap hotel per tahunnya, anggota Komisi II juga menekankan kepada para pengelola hotel agar mengenyahkan imej negatif yang selama ini melekat di masyarakat. Inti pesan yang disampaikan yakni “jangan lagi ada imej hotel tiga jam-an di Pantai Glagah”. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s