Ikhlas Dijemput Maut, Siapkan Kain Kafan

Posted: October 14, 2010 in hard news, news

*Tunawisma Tewas di Terminal Wates

Kulonprogo – Seorang tunawisma tanpa identitas ditemukan tewas di salah satu bangku tunggu di Terminal Wates, Kamis (14/10) sekitar pukul 11.00. Tewasnya laki-laki berusia sekitar 70 tahun itu sempat menggemparkan para calon penumpang maupun awak bus di terminal.

Tunawisma yang mengenakan kaos dan celana pendek hitam, kain sarung hijau, peci hitam, dan kacamata itu ditemukan terlentang di bangku paling selatan ruang tunggu terminal. Saksi mata Nur Widiastuti (49) warga Bantul menuturkan, laki-laki itu semula duduk di bangku yang berlawanan dengan posisinya.

Melihat laki-laki sepuh itu duduk sendirian dengan wajah letih, saksi sempat menanyakan “Apakah bapak baik-baik saja? Namun, tidak ada jawaban. Bapak itu kemudian tiduran di bangku” ujarnya.

Saksi lain, Sudin (40) warga Sindon Kokap mengatakan laki-laki itu semula datang ke terminal dengan menumpang becak. Saat ditawari ojek untuk meneruskan perjalanan, dia menolak. Seolah mendapat firasat ajal sudah mendekat, laki-laki itu mengatakan “Tidak usah. Saya sebentar lagi mati” kata Sudin menirukan ucapan laki-laki itu.

“Dia juga bilang kalau sudah menyiapkan kain mori sepanjang 10 meter di dalam tas bawaannya. Katanya, kain itu untuk mengafani jasadnya nanti setelah meninggal” imbuh Sudin

Sekitar setengah jam kemudian, laki-laki itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Dari hasil olah TKP, petugas Polsek Wates dan Polres Kulonprogo menemukan kain putih dilipat rapi dan dibungkus kertas koran di dalam salah satu tasnya.

“Korban membawa dua tas berisi bekal, pakaian, dan kain mori yang dibungkus rapi dengan kertas koran. Sepertinya korban sudah ikhlas dijemput ajal” kata Kapolsek Wates AKP Nuryanto di lokasi.

Sementara jenazah laki-laki itu hendak dibawa ke RSUD Wates untuk divisum, datang salah satu anggota keluarganya, Santoso (32) warga Mutihan Wates. Menurut Santoso, laki-laki itu biasa dipanggil Mbah Kliwon.

“Mbah Kliwon asli warga Mutihan, tetapi sudah lama menetap di Purworejo” jelasnya. Santoso membenarkan jika beberapa hari sebelumnya, Mbah Kliwon sering terlihat di terminal Wates tanpa tujuan yang jelas. “Saya keluarga jauh, jadi kurang mengenal seluk-beluknya” pungkas Santoso. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s