Pengerjaan Proyek Anti Longsor Terkesan Asal Jalan

Posted: October 14, 2010 in hard news, news

* Belum Diserahkan Ke Pemkab, Sudah Banyak Kerusakan

Kulonprogo – Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kulonprogo menilai pihak pelaksana proyek penguatan tebing dan bahu jalan di lokasi rawan bencana longsor kurang serius dalam penggarapannya. Hal itu terungkap setelah rombongan Komisi III melakukan inspeksi mendadak di tiga wilayah di perbukitan Menoreh, Rabu (13/10).

Tiga lokasi yang masuk dalam kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana longsor itu adalah Dusun Boro, Gerbosari, Samigaluh,  Dusun Nogosari, Pendoworejo, Girimulyo, dan Dusun Kembang, Kembang, Nanggulan.

di Dusun Boro, para anggota Dewan mendapati talud yang dibangun di puluhan titik rawan longsor itu sudah mengalami keretakan. Ironisnya, pembangunan penguatan tebing itu baru dimulai pada Juni-Juli 2010 dan hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Sedangkan di Dusun Nogosari, pengaspalan jalan sepanjang 1,5 km yang kini masih dalam pengerjaan itu sebagian sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Selain itu, pembuatan saluran pembuangan air (drainase) juga terlihat kurang maksimal. Hal serupa juga ditemui di Dusun Kembang, Nanggulan.

“Jalan di Dusun Kembang sepanjang sekitar 1 km yang juga belum diserahkan oleh pihak pelaksana proyek kepada pemkab itu kondisinya sudah rusak. Secara kasat mata, pengaspalannya menggunakan material yang tidak standar” kata Ketua Komisi III Ponimin.

Untuk itu, dewan mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan audit administrasi kepada pelaksana proyek. “Sebelum serah terima proyek dilakukan, pihak DPU harus melakukan audit di lapangan” imbuh Wakil Ketua Komisi III Hamam Cahyadi.

Jika dari hasil audit diketahui bahwa kinerja pelaksana proyek tidak memenuhi syarat, tambah Hamam, pihak pemkab harus mengambil langkah tegas. “Bisa berupa pemutusan kontrak hingga diseret pengadilan” tegasnya.

Hal itu perlu dilakukan mengingat upaya menggulirkan dana bantuan dari pusat sebesar 12 miliar tidak semudah membalik telapak tangan. “Dari tiga proyek yang masing-masing bernilai sekitar 1 miliar itu, kami dapati pengerjaannya tampak asal-asalan. Entah dengan proyek-proyek lain yang belum kami kontrol” pungkas Hamam. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s