Dua Oknum Wartawan Diduga Peras Warga Girimulyo

Posted: October 17, 2010 in hard news, news

Kulonprogo – Dua oknum wartawan diduga melakukan aksi pemerasan terhadap Shd (52), warga Kecamatan Girimulyo, belum lama ini. Korban yang berprofesi sebagai guru di salah satu SD negeri di Purworejo, Jateng itu mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 2,5 juta agar kasus perselisihan dengan tetangganya tidak diungkap di media.

Ditemui di rumahnya, Sabtu (16/10), korban mengisahkan dirinya didatangi dua wartawan di kantornya pada Senin (20/9) lalu. Dari kartu pers yang ditunjukkan, ungkap Shd, dua wartawan itu dari Koran Gerak yang kantor pusatnya di Klaten, Jateng.

Kedua wartawan itu mengatakan Shd diduga terlibat kasus perselingkuhan. “Sekarang kasus itu masih kami pending, kalau diekspos bagaimana?” kata Shd menirukan ucapan kedua wartawan itu.

Tidak ingin namanya tercemar, Shd menawarkan Rp 500 ribu agar kasusnya tidak dipublikasikan. Namun, tawaran itu ditolak karena dinilai terlalu kecil. Negoisasi pun berlanjut pada esok harinya, Selasa (21/9). “biaya untuk menutup kasus itu akhirnya disepakati sebesar Rp 2,5 juta. Transaksi dilakukan tak jauh dari rumah saya, hari itu juga,” ungkap Shd.

Shd menambahkan, dugaan selingkuh itu bermula saat dirinya bertandang ke rumah tetangganya, MN (45), hingga larut malam. Karena salah paham, suami MN, SK (50), yang baru pulang dari bepergian menduga istrinya berselingkuh dengan Shd. “Memang malam itu sempat terjadi cekcok. Namun, malam itu juga dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Toh, semua itu hanya salah paham”terangnya.

Meski sadar menjadi korban pemerasan, Shd enggan melapor ke polisi. “Sudah saya ikhlaskan. Saya tidak ingin masalah itu berlarut-larut” ujarnya disertai anggukan kepala istrinya, Srt (50).

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) Sri Widodo mengatakan, jika memang ada saksi dan bukti yang kuat, korban pemerasan wartawan itu bisa langsung melapor ke polisi. “Demi keamanan, korban bisa minta pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH)” tegas Sri Widodo.

Sementara itu, Kepala Biro Koran Gerak wilayah Kulonprogo Ucok mengatakan tidak benar jika wartawannya diduga melakukan pemerasan. “Bisa jadi itu ulah orang tak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Koran Gerak” kilahnya. Namun, Ucok membenarkan jika dirinya mengetahui bahwa Shd memang pernah terbelit kasus dugaan selingkuh. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s