Girimulyo Diterjang Longsor Beruntun

Posted: October 17, 2010 in hard news, news

 

Warga bergotong-royong memindahkan kerangka dapur milik Paimin agar tidak turut longsor

Pondasi dapur milik Paimin ambrol akibat tebing longsor

*Rumah Warga Terancam, Akses Jalan Terputus

Kulonprogo – Bencana tanah longsor akibat hujan deras kembali menghantui warga di perbukitan Menoreh. Data yang dihimpun hingga Sabtu (16/10) petang, longsor terjadi di tiga titik di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo. Meski tidak ada korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerugian material hingga puluhan juta.

Longsor paling parah terjadi di Dusun Banyumanik, RT 16 RW 3. Tebing sepanjang 45 meter yang berhimpitan dengan dua rumah warga ambrol sedalam 15 meter. Bangunan dapur di belakang rumah Paimin (45) terancam ikut ambrol. Pasalnya, pondasi bangunan itu turut longsor bersamaan dengan ambrolnya talud tebing pada

Jumat (15/10) sore.

Dipimpin oleh Camat Girimulyo Sumiran, warga dan tim taruna siaga bencana (Tagana) bergotong-royong memindahkan kerangka dapur itu ke samping rumah Paimin, Sabtu (16/10) siang. Longsornya tebing itu juga mengancam rumah Saji (35) yang ditinggali bersama tiga anggota keluarganya.

“Hujan deras turun sejak pukul 14.00-17.00, Jumat (15/10). Sedangkan longsor terjadi sekitar pukul 16.00” kata Paimin di lokasi. Saat longsor terjadi, Paimin dan keluarganya merasakan lantai rumahnya bergetar hebat. “Saya kira ada gempa. Setelah ditengok, ternyata tebing di belakang rumah longsor” terangnya. Hal itu dibenarkan oleh Saji. “Suaranya bergemuruh cukup keras. Sangat mengerikan”ujarnya.

Sementara, di RT 15 RW 3 dilaporkan tebing di belakang rumah Sojo (56) juga mengalami longsor meski tidak separah di lokasi pertama. Labilnya kondisi tanah di RT 15 juga mengakibatkan dinding rumah Suro Sumarto (60) mengalami retak-retak. “Retakan juga terjadi di lantai rumah. Setiap turun hujan, air langsung merembes masuk melalui celah itu” kata Suro. Longsornya tebing juga mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan Dusun Banyumanik-Dusun Pringtali terputus karena tertimbun tanah longsoran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kecamatan sudah mengirimkan bantuan logistik untuk konsumsi warga yang bergotong-royong. “Bantuan berupa alat berat tidak memungkinkan untuk mencapai lokasi” kata Sumiran. Pasalnya, lokasi longsor hanya bisa dicapai melalui jalan setapak sepanjang 1 km yang terjal dan sempit. (leo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s